Mereka Direkrut via Facebook, Disuntik Cairan Ini Lalu Dijual ke Lokalisasi

Sebelum menjalankan tugas sebagai pekerja seks komersial, Wito menyuntik Keluarga Berencana (KB) ke empat anak tersebut.

Mereka Direkrut via Facebook, Disuntik Cairan Ini Lalu Dijual ke Lokalisasi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, PEMANDANGAN -- Unit Reserse Kriminal Polsek Panjang mengungkap kasus perdagangan orang di eks lokalisasi Pemandangan, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.

Polisi menangkap dua tersangka yang terlibat dalam perkara trafficking yang semua korbannya adalah anak-anak.

Dua tersangka adalah Wito (38),warga Panjang; dan Intan alias Tina (41), warga Banyumas, Jawa Tengah.

Kapolsek Panjang Komisaris Sofingi mengatakan, korban berjumlah empat orang yang direkrut Intan dari Banyumas.

"Salah satu korbannya masih keponakan Intan," ujar Sofingi, Senin (15/5/2017).

Korban masing-masing berinisial MS (15), NR (17), AN (16) dan AR (18).

Keempat korban ini dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial di rumah border milik Wito.

Sedangkan yang merekrut para korban adalah Intan.

Barang bukti yang disita berupa uang tunai Rp 6,7 juta, buku catatan penghasilan tersangka, empat unit telepon seluler milik para korban.

Sofingi mengatakan, cara perekrutan anak-anak menjadi pekerja seks komersial (PSK) adalah melalui media sosial Facebook, sementara yang bertugas merekrut adalah tersangka Intan.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved