PosKupang/

Inilah Dinamika Pilgub NTT Setelah Lusia Adinda Lebu Raya Tidak Mendaftar di PDIP

Sampai hari terakhir masa pendaftaran di DPD PDIP, Senin (15/5/2017), tercatat delapan orang yang mendaftar sebagai

Inilah Dinamika Pilgub NTT Setelah Lusia Adinda Lebu Raya Tidak Mendaftar di PDIP
POS KUPANG NOVEMY LEO
Lusia Adinda Lebu Raya 

POS KUPANG.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) NTT menebarkan dinamika politik yang sangat menarik dalam sepekan terakhir. PDIP tercatat sebagai partai pertama yang membuka pendaftaran bagi bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT 2018. Sejauh ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga sudah membuka pendaftaran, namun dinamika di PDIP lebih semarak.

Sampai hari terakhir masa pendaftaran di DPD PDIP, Senin (15/5/2017), tercatat delapan orang yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur (bacagub) yaitu Krito Blasin (Pengurus DPD PDIP NTT), Raymundus Sau Fernandes (kader PDIP, Bupati TTU), Daniel Tagu Dedo (mantan Dirut Bank NTT), Ibrahim Agustinus Medah (Ketua DPD Partai Golkar NTT), Ayub Titu Eki (Bupati Kupang), Heri Wadu (PNS Pemprov NTT), Honing Sanny (Mantan anggota DPR RI) dan Hyron Fernandez (profesional, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat NTT). Dua orang daftar sebagai bakal calon wagub NTT yakni Mikael Umbu Zasa dan Noviyanto Umbu Pati SA Lende.

Pada hari terakhir itu, fokus perhatian publik tertuju pada sikap Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Lusia Adinda Lebu Raya, S.Pd, M.M. Di luar dugaan Lusia Adinda batal mendaftar sebagai bacagub melalui pintu PDIP, partai yang dipimpin suaminya Frans Lebu Raya. Padahal dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PDIP NTT dengan 22 DPC PDI se-NTT, Sabtu (4/3/2017), Lusia masuk daftar empat nama yang akan diusung dalam Pilgub NTT 2018. Keempat nama yakni Lusia Adinda Lebu Raya, Raymundus Sau Fernandes, Kristo Blasin dan Daniel Tagu Dedo.

Ada sejumlah pertimbangan sehingga Lusia Adinda Lebu Raya batal mendaftar sebagai balon gubernur di PDIP NTT. Kepada wartawan di Sekretariat DPD PDIP NTT, Juru Bicara Lusia, Marianus Lodwick Dea menjelaskan, keputusan Lusia tidak mendaftar didasari beberapa pertimbangan antara lain posisinya sebagai istri Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya yang juga ketua DPD PDIP NTT. Selain itu, kata Rian, sapaan Marianus, Lusia mempertimbangkan suasana batin seluruh lapisan masyarakat NTT. Karena itu setelah mempertimbangkan secara matang, Lusia Adinda memutuskan tidak mendaftar melalui PDIP.

Batalnya Lusia Adinda Lebu Raya mendaftar di PDIP menimbulkan spekulasi politik yang semakin menarik. Kira-kira bagaimana langkah politik selanjutnya. Bukan mustahil Lusia sudah melirik partai lain sebagai kendaraannya menuju arena Pilgub NTT tahun depan. Politik adalah seni kemungkinan sehingga segala sesuatu masih mungkin.

Keputusan itu pun sekaligus menepis anggapan bahwa Frans Lebu Raya akan menerapkan politik dinasti di PDIP. Permainan yang cantik meskipun publik masih bertanya-tanya seperti apa akhir kisah dari semua ini. Seandainya Lusia tidak memilih ikut Pilgub, jalan politiknya tetap terbuka luas. Sebut misalnya menjadi caleg pada Pemilu 2019. Kita lihat saja nanti. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help