VIDEO: Ini Yang Diinginkan Tokoh Lintas Agama Saat Dialog di DPRD NTT

Tokoh lintas agama di Kota Kupang mendatangi DPRD NTT menanggapi soal radikalisme. Ini harapan tokoh agama itu

Laporan Wartawan Pos Kupang, Oby Lewanmeru

POS KUPANG.COM, KUPANG - Tokoh atau pemimpin umat lintas agama berdialog dengan DPRD dan Pemprov NTT dalam menyikapi kondisi NKRI saat ini.

Mereka meminta Pemprov dan DPRD NTT harus bersikap menolak paham radikalisme seperti FPI dan HTI.

Dialog menyikapi soal isu-isu radikalisme dan juga kondisi di tanah air ini berlangsung di ruang rapat pimpinan DPRD, Rabu (10/5/2017).

Rapat dipandu Ketua DPRD NTT, H.Anwar Pua Geno,S.H didampingi Wakil Ketua DPRD NTT, Alex Take Ofong. Hadir pula, Wagub NTT, Drs. Benny A Litelnoni,S.H,M.Si.

Tokoh agama yang hadir, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Meri Kolimon serta jajaran pengurus MS GMIT, Wakil Ketua MUI NTT, Ir. Jalaludin Bethan, M. Si, Sekretaris PHDI NTT, I Gusti Bagus Arsa, Ketua Majelis Agama Budha Parawada NTT, Indra Effendi. Hadir pula pimpinan fraksi di DPRD NTT .

Pdt.Dr.Meri Kolimon saat itu menyampaikan pernyataan sikap antara lain, mengecam kekerasan di Indonesia, meminta pemerintah Indonesia agar menjamin kenyamanan bagi semua lintas agama,lintas etnis.

"Kami juga menilai peradilan bagi Ahok membuktikan lembaga peradilan mempertontonkan ketidakadilan. Terakhir kami minta pemerintah NTT memastikan tidak ada paham radikalisme di NTT," kata Meri.

Pdt.Luis Patola saat itu meminta Pemprov dan DPRD NTT segera bersikap agar jangan sampai tragedi tahun 1998 terulang di NTT.

Wakil Ketua MUI NTT, Ir.Jalaludin Bethan mengharapkan jangan hanya pilkada DKI kemudian NTT tidak nyaman.

"NKRI harga mati, Pancasila sudah final,sehingga setiap ormas yang bertentangan perlu ditertibkan. Kita harapkan pemerintah bisa tertibkan dan kita tetap jaga toleransi," kata Bethan.

Tokoh umat Hindu dan Budha juga mengharapkan NTT tetap menjaga toleransi dan menjauhi semua paham radikalisme. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help