PosKupang/

PSSI Berhentikan 18 Perangkat Pertandingan Liga 1, 2

Sampai hari ini, PSSI sudah menerima 17 protes mengenai wasit dari klub-klub Liga 1 dan Liga 2

PSSI Berhentikan 18 Perangkat Pertandingan Liga 1, 2
Ferry Ndoen
POS KUPANG/FERRY NDOEN PSN - Pemain PSN Ngada pose berasma Bupati Ngada, Marianus Sae, Wabup Ngada, Paulus Soliwoa, Ir. Fary Francis dan Sekretaris PSSI NTT, Drs. Lambert Tukan, MM, di Stadion Manahan Solo, Jateng, Minggu (11/12/2016) malam. 

POS KUPANG.COM - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberhentikan sementara 18 orang perangkat pertandingan di Liga 1 dan Liga 2, terdiri dari delapan wasit dan 10 asisten wasit, kata Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Menurut Joko yang kini juga menjabat pelaksana tugas Sekretaris Jenderal PSSI, keputusan itu diambil setelah PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi pelaksanaan liga di Kantor PSSI, Jakarta, Senin.

"Mereka diberhentikan sementara sejak keputusan dibuat sampai batas waktu yang nantinya ditentukan oleh Komite Wasit. Sanksi tersebut berdasarkan kinerja yang dipantau di lapangan. Tujuannya adalah PSSI ingin melindungi integritas kompetisi dan integritas wasit," ujar Joko.

Namun, PSSI enggan memberitahukan secara rinci identitas dan di Liga mana perangkat tersebut bertugas.

Joko hanya mengungkapkan bahwa wasit yang diberhentikan sementara paling banyak berasal dari Liga 2, sementara asisten wasit yang disanksi dominan dari Liga 1.

"Sampai hari ini, PSSI sudah menerima 17 protes mengenai wasit dari klub-klub Liga 1 dan Liga 2," tutur dia.

Terkait pengganti perangkat pertandingan yang diberhentikan sementara itu, Joko mengatakan PSSI akan menugaskan wasit dan asisten wasit yang sudah lulus penyegaran liga.

"Jumlah wasit dan asisten wasit masih cukup untuk menjalankan pertandingan," ujar Joko.

Evaluasi Menyeluruh

Selain membicarakan soal perangkat pertandingan, evaluasi PSSI dan PT LIB juga menyinggung tiga hal lain yang menyentuh seluruh aspek pelaksanaan liga.

Halaman
12
Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help