PosKupang/

Naikliu Tidak Jauh Lagi, Inilah yang Terjadi Setelah KMP Lakaan Berlayar

Sebagai beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sejatinya Naikliu dan daerah sekitarnya menjadi perhatian serius

Naikliu Tidak Jauh Lagi, Inilah yang Terjadi Setelah KMP Lakaan Berlayar
Pos Kupang/Yeni Rachmawati
Dirjen Perhubungan Darat, Drs Pudji Hartanto didampingi Ketua Komisi V DPRI RI,Fary Francis menggunting pita peresmian KMP Lakaan, di Pelabuhan Bolok, Rabu (10/5/2017). 

POS KUPANG.COM - Peresmian Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Feri Lakaan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Pudji Hartanto di Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Feri, Bolok, Kupang, Rabu (10/5/2017), memberikan banyak pesan bagi warga NTT.

Pesan itu, antara lain bahwa dari hari ke hari perhatian pemerintah pusat semakin baik, terutama dari aspek infrastruktur laut dengan tekanan pada rute-rute perintis.
Salah satunya ke Naikliu, Kabupaten Kupang yang selama ini terpencil bahkan boleh dibilang terisolir. Daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah "enclave" negara Timor Leste menjadi perhatian serius pemerintah. Pemerintah telah memberi harapan bagi warga di sana.

Sebagai beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sejatinya Naikliu dan daerah sekitarnya menjadi perhatian serius. Selama ini bila kita hendak ke Naikliu melalui perjalanan darat membutuhkan waktu sekitar 12 jam karena topografi wilayah dan kondisi jalan yang belum mulus. Berangkat pagi hari dari Kupang akan tiba di sana pada malam hari. Begitu juga sebaliknya. Kini, Naikliu sudah tak jauh lagi.

Hadirnya Kapal Feri Lakaan, sekali lagi daerah ini akan lebih mudah terjangkau. Hanya membutuhkan waktu sekitar empat jam pelayaran. Naikliu semakin terbuka dan memberi harapan yang lebih baik. Pelayaran setiap hari Rabu dan Jumat akan menjadi pilihan masyarakat yang paling gampang dan murah ketika hendak menuju Kupang dan sebaliknya.

Daerah itu memang potensial. Karena itu sebagaimana pesan Dirjen Hartanto agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara maksimal. Bawalah hasil pertanian itu dan jual ke Kota Kupang. Bahkan sapi pun boleh dibawa dengan kapal ini asalkan tata secara baik agar tak mengganggu pelayaran.

Pesan simpatik Dirjen Hartanto ini patut direspons dengan positif. Masyarakat di daerah itu diharapkan memanfaatkan peluang emas ini. Kita harapkan pemerintah desa sampai kabupaten juga terus mendorong masyarakatnya memanfaatkan dibukanya pelayaran kapal Kupang-Naikliu PP. Begitu juga masyarakat di kabupaten lain di NTT. Kehadiran sarana transportasi laut ini jangan disia-siakan.

Betapa mahal untuk mengadakan sebuah kapal feri, selain operasionalnya yang tak kecil. Kapal perintis ini akan tetap berlayar, terlepas ada dan tak ada penumpang.
Tekanannya ada di situ. Jadi, pengelola kapal feri ini tak mengejar keuntungan demata. Justru pemerintah siap membiayai operasional kapal ini.

Kita mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR RI, Fary Fransis yang memperjuangkan kapal ini hadir di NTT. Pun Pemerintah Provinsi NTT dan semua pihak yang terus berikhtiar memberikan yang terbaik bagi masyarakat daerah ini.*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help