PosKupang/

VIDEO: Hotel Buka Pintu untuk Petani Lokal

Hotel berbintang yang ada di kota Kupang membuka pintu selebar-lebarnya bagi para petani lokal. Petani sayur mayur bisa memasarkan hasil taninya ke ho

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM, KUPANG --Hotel berbintang yang ada di kota Kupang membuka pintu selebar-lebarnya bagi para petani lokal. Petani sayur mayur bisa memasarkan hasil taninya ke hotel-hotel.lokal untuk pengolahan menu di restoran hotel.

Di beberapa hotel seperti Sotis, Swiss-Belinn dan Aston Hotel & Convention Center memilih mendukung petani lokal dengan membeli hasil tanian mereka, dibandingkan harus memasok dari luar NTT. Sebab di NTT pun sangat berpotensi untuk memenuhi kebutuhan sayur mayur.

Head Chef Sotis Hotel Dolly didampingi Food and Beverage Manager, Dhanny Saputra, ketika ditemui Pos Kupang di Beer & Barrel, Selasa (25/4/2017), mengatakan Sotis Hotel memasok sayur pasar tradisional dan vendor. Ada beberapa vendor dari kota Kupang dan So'E yang membawa kebutuhan sayur.

Sayur organik didatangkan dari So'E seperti salada tomat dan wortel.

Memang kendalanya sejauh ini masih petani yang menanam sayur organik di wilayah kota Kupang untuk disuplai ke hotel tidak ada.

"Yang kami tahu ada di Tarus dan dari So'E. Sayur organik masih kurang di sini. Bahan organik biasa diolah untuk bahan stik dan salad agar lebih sehat. Sayuran organik masih agak sulit karena tidak memproduksi secara masal. Kadang ada kadang nggak. Kadang bisa putus tergantung dari teknik tanam petani. Bila kurang bagus maka suplaynya akan berkurang dan membutuhkan waktu.Sedangkan dari pasar tradisional biasanya sayur yang dibutuhkan sawi, terong, daun bawang, toge," tuturnya.

Sayur mayur yang diolah di restoran hotel selalu rutin agar sayuran yang disiapkan lebih segar.

Di Sotis kata Dolly, ada dua segmen yaitu untuk hotel dan restoran. Hotel diorder kebutuhan sayuran sesuai pesanan, sedangkan untuk keperluan restoran sayur disuolai setiap hari.

Mengenai jumlahnya disesuaikan dengan perkiraan bisnis. Dolly mencontohkan untuk sayur wortel sekitar 5-6 kg, Sawi 2 kg, Buncis pakai 2 kg dan berbagai sayur lainnya karena sayur yang dipakai berbagai macam.

Dolly mengatakan pengolahan sayur di hotel ini semuanya didatangkan dari sayur lokal Kupang dan So'E. Tidak ada yang didatangkan dari luar NTT.

"Kita kan membangun bisnis petani dari sini. Kita link terus untuk vendor sayur siapapun punya bahan bisa masuk. Kita ingin membangun NTT agar petani tidak dilupakan. Kita memberdayakan vendor-vendor lokal membuka pintu yang tidak punya bendera agar tidak terjadi monopoli bisnis.
Vendornya punya link, darimana saja dia langsung mengantar kebutuhan ke Sotis, " ujarnya.

Kaya Dolly ada yang mobile dari buyer yang siap mencari bahan bila vendor tidak bisa menyiapkan bahan yang diperlukan.

Sotis Hotel lebih memiliki memakai vendor karena lebih mudah dan lebih banyak mengetahui spek yang diingini. Selain itu juga lebih menghemat waktu.*

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help