VIDEO

VIDEO: Kadinkes Kupang Ancam Bidan yang Nakal Akan Kena Sanksi

Jika bidan melanggar kode etik maka organisasi profesi melakukan pembinaan. Jika kelewatan, bisa direkomendasikan ke dinkes untuk diberi sanksi.

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Jika bidan melanggar kode etik maka organisasi profesinya akan melakukan pembinaan dan jika sudah kelewatan maka bisa direkomendasikan ke dinas kesehatan untuk pembinaan lanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ari Wijana melalui Kepala Bidang  Kesehatan dan Keluarga, IGA Ngurah Suarnawa, SKM, M.Kes, Jumat (5/5/2017) mengatakan, hingga kini pernah muncul satu kasus yang melibatkan seorang bidan yang berujung ke proses pidana di persidangan.

"Untuk mennaganinya kami lakukan kordinasi dengan organisasi profesi IBI Kota Kupang dan juga pihak kepolisian. Kami belum mendapat pemberitahuan penyelesaian perkara itu seperti apa. Namun ijin prakteknya sudah kami cabut. Saya juga kecewa karena masih saja ada oknum bidan yang tidak menjalankan kode etik dalam bekerja, sangat disesali," kata Ngurah.

Menurut Ngurah, jika seorang bidan mau dan bisa menjalankan kode etik kebidanan itu dengan baik maka tentu tidak akan ada komplain atau kasus yang timbul. Karenanya Ngurah berharap para bidan dalam bekerja bisa menjalankan kode etik bidan dengan baik.

"Kode etik meliputi, ketentuan tentang apa yang boleh dan tidak boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh anggota profesi saat menjalankan tugasnya dan juga terkait tingkah laku bidan pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari di masyarakat," jelas Ngurah.

Ngurah menjelaskan, Kode etik bidan itu meliputi sejumlah kewajiban seperti kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat,  terhadap tugasnya, terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lain, terhadap profesinya, terhadap diri sendiri dan terhadap pemerintah, nusa bangsa dan tanah air.

Djelaskan Ngurah, terkait kewajiban terhadap klien dan masyarakat, seorang bidan harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya. Menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan dan berpedoman pada peran, tugas dan tanggungjawab sesuai dengan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat.

"Bahkan bidan harus mendahulukan kepentingan klien, menghormati hak klien nilai yang berlaku di masyarakat. Mendahulukan kepentingan klien, keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya," kata Ngurah. Bidan juga harus mampu menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal.

Terhadap tugasnya, tambah Ngurah, bidan punya kewajiban memberikan pelayanan paripurna kepada dan berdasarkan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya. "Memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan/ atau rujukan. Bidan juga harus menjamin kerahasiaan keterangan yang didapat dan atau dipercayakan kepadanya, kecuali jika diminta oleh pengadilan atau diperlikan sehubungan dengan kepentingan klien," jelas Ngurah.

Halaman
12
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help