VIDEO

VIDEO: Benarkah Tugas Seorang Bidan itu Berat

Bidan itu tugasnya berat, tidak saja mengurusi soal persalinan ibu. Namun juga bisa dampingi siklus hidup perempuan dan anak.

Laporan wartawan Pos Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Bidan itu tugasnya berat, tidak saja mengurusi soal persalinan ibu. Namun juga bagaimana bidan bisa menangani dan mendampingi siklus hidup perempuan dari mulai kesehatan reproduksinya, hamil, proses melahirkan dan pasca melahirkan.

Hingga mengontrol bayi, balita, anak, remaja hingga kembali lagi ke proses reproduksi dan sebagainya.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kota Kupang, GIlda Saena, AMD, M.Kes, mengatakan, setelah tamat sekolah, bidan-bidan masih membutuhkan pelatihan ketrampilan tambahan dan juga pembinaan mental dan perilaku. Dengan demikian para bidan bisa bekerja secara profesional.

Gilda mengatakan, selama ini, pembinaan secara berjenjang memang sudah dilakukan oleh dinas kesehatan. Dimana setiap bulan sekali, para bidan koordinator dari setiap puskesmas bertemu untuk berdiskusi dan membahas persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan. Pada kesempatan itu juga dibahas mengenai kebijakan atau aturan baru.

"Setelah dari dinkes, bidan kordinator akan meneruskan hal itu ke bidan-bidan yang ada di puskesmas dan seterusnya disampaikan kepada bidan di pustu," kata Gilda, Sabtu (7/5/2017) pagi di Puskesmas Oipoi Kupang.

Terhadap berbagai kasus yang terjadi di sejumlah daerah di NTT yang melibatkan bidan, Gilda mengaku sangat kecewa dan prihatin. Menurutnya, hal-hal itu seharusnya tidak terjadi jika bidan bisa menjalankan tugasnya secara profesional dan dengan hati.

"Saya cukup prihatin. Seorang bidan sebenarnya tahu apa yang harus mereka lakukan untuk mendampingi ibu hamil dan ibu melahirkan. Itu adalah tupoksi mereka yang sudah dikerjakan sehari-hari," kata Gilda. (*)

 

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help