PosKupang/
Home »

Techno

» Apps

Pecahkan Rekor, Jerman Surplus Pasokan Energi Listrik Terbarukan

Jerman memecahkan rekor dalam hal penggunaan energi yang terbarukan, dengan penggunaan energi fosil dan nuklir yang semakin kecil.

Pecahkan Rekor, Jerman Surplus Pasokan Energi Listrik Terbarukan
Getty/Independent
Deretan kincir angin di Brueck, Jerman. Pemerintah Jerman berambisi menggunakan energi terbarukan untuk memasok 80 persen kebutuhan listrik pada 2050. 

POS KUPANG. COM - Jerman memecahkan rekor dalam hal penggunaan energi yang terbarukan, dengan penggunaan energi fosil dan nuklir yang semakin kecil.

Di saat-saat cuaca sangat cerah dengan embusan angin yang cukup kuat, maka energi listrik dari sumber sinar matahari, angin, biomassa, dan tenaga air menyediakan 85 persen pasokan energi Jerman.

Pemerintah Jerman memang sudah berinvestasi sangat besar dalam mengembangkan energi terbarukan ini.

Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk meninggalkan bahan bakar fosil dan energi nuklir menuju energi ramah lingkungan pada 2050.

Investasi ini agaknya sudah menuai hasil sehingga pada awal pekan ini selama beberapa jam biaya listrik menurun hingga angka negatif.

Kondisi itu tercipta ketika sumber-sumber energi terbarukan menyediakan lebih banyak pasokan listrik bahkan melebihi kebutuhan.

Deutsche Welle mengabarkan pada 30 April lalu penggunaan batu bara sebagai bahan bakar di pembangkit listri mencapai titik terendahnya.

Saat itu, pembangkit-pembangkit listrik tenaga batu bara hanya beroperasi tiga hingga empat jam di siang hari dan memproduksi listrik kurang dari delapan gigawatt.

Listrik yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga batu bara itu juah dari kapasitas mereka yang bisa mencapai 50 gigawatt.

"Bahkan, saat itu, sebagian besar pembangkit listri tenaga batu bara di Jerman tak beroperasi," kata Patrick Graichen dari Agora Energiewende kepada situs berita RenewEconomy.

"Sumber-sumber listrik tenaga nuklir, yang direncanakan akan ditutup pada 2022, juga mengurangi produksinya," tambah Patrick.

Patrick menambahkan, situasi yang terjadi pada 30 April itu akan menjadi hal biasa pada 2030 berkat investasi jangka panjang pemerintah dalam inisiatif ini.

Pada Mei 2011 Jerman mengumumkan rencana untuk menutup seluruh pembangkit listrik tenaga nuklirnya pada 2022 dan mengurangi hampir semua pembangkit listrik bertenaga bahan bakar fosil.

Jerman berambisi pada 2050 setidaknya 80 persen pasokan energi listrik negeri itu berasal dari sumber-sumber terbarukan.

Sebagai target jangka menengah, Jerman ingin pada 2025 sebanyak 30-35 persen energi listrik berasal dari sumber terbarukan. Jumlah itu akan meningkat hingga 55-60 persen pada 2035.

Editor: agustinus_sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help