PosKupang/

Kisah Nyata. Ayah Menghajar Anaknya Hingga Tewas. Begini Akhirnya

Darah mengucur di tubuh anaknya tidak mampu membuka mata hatinya. Ayahnya semakin beringas dan kalap, ayunan bambu terus dan terus menghantam anaknya

Kisah Nyata. Ayah Menghajar Anaknya Hingga Tewas. Begini Akhirnya
Thinkstockphotos
Thinkstockphotos Ilustrasi 

POS KUPANG.COM---ORANG yang hidup dalam penyesalan tentang masa lalunya, tidak menarik untuk menjadi teman seperjalanan menuju masa depan. (Mario Teguh)

Dani (7 tahun) berebut baju dengan kakak tirinya, Dina (8 tahun). Gara-gara sehelai baju, mereka berselisih dan tidak ada yang mau mengalah. Namanya anak-anak, kukuh dengan keinginannya. Melihat hal ini, ayahnya yang bernama Deny, tampak kesal dan menjadi emosi melihat anak-anaknya bertengkar.

Entah setan dari mana, tiba-tiba ayahnya dengan penuh emosi langsung mengambil sepotong bambu. Lalu, Dani, anak laki-laki yang masih berusia 7 tahun ini, dihajar dan dipukuli berkali-kali dengan bambu. Terus dipukuli dan dipukuli sekenanya di tubuh anaknya ini.

Ayahnya ini benar-benar sudah gelap mata! Darah yang mengucur di tubuh anaknya sama sekali tidak mampu membuka mata hatinya. Ayahnya semakin beringas dan kalap ketika ayunan bambu terus dan terus menghantam tubuh anak yang masih berusia 7 tahun ini!

"Yah, saya minta maaf...," dengan lirih Dani yang tergeletak berkata kepada ayahnya setelah habis dipukulinya.

Kemudian, dengan suara sangat pelan, Dani meminta es krim. Setelah mencicipinya, Dani menghembuskan napas terakhir. Dani tewas di tangan ayahnya!

Melihat kenyataan ini, ayahnya menyesali atas perbuatannya. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, penyesalan ayahnya sudah terlambat. Kisah nyata ini terjadi di Kota Malang pada tahun 2015 yang dimuat di Metrotvnews.com.

Andy Noya, pembawa acara Kick Andy di Metro TV, pernah mengalami penyesalan selama hidupnya. Dalam buku Andy Noya, "Kisah Hidupku" yang ditulis Robert Adhi Ksp, diceritakan bagaimana Andy Noya menyesali sebuah permintaan orangtuanya yang diabaikannya.

Pada tahun 1979, Andy Noya bersama orangtuanya tinggal di Irian Barat (sekarang Papua). Selama di Irian Barat, hidup Andy dan orangtuanya sangat kekurangan. Tinggal di losmen sempit yang masih berlantai tanah merah.

Pekerjaan ayah Andy pada waktu itu sebagai montir mesin tik. Semakin hari order servis mesin tik semakin sepi. Ditambah lagi ayahnya kini sakit-sakitan.

Halaman
1234
Editor: Ferry jahang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help