PosKupang/

Anaknya Terjaring Razia, Ibu Rumah Tangga Marahi Petugas

Lina, ibu rumah tangga ini, mengaku keberatan lantaran sikap petugas yang mengancam akan menahan anaknya jika denda ktp tidak segera di lunasi. Hal it

Anaknya Terjaring Razia, Ibu Rumah Tangga Marahi Petugas
Razia yustisi diprotes ibu lantaran anaknya syok diancam akan ditahan petugas jika tidak segera menyelesaikan denda.(KOMPAS.Com) 

POS KUPANG.COM, POLEWALI MANDAR -- Seorang ibu melakukan protes dan memarahi petugas razia lantaran anaknya yang berusia 18 tahun diancam petugas akan ditahan bila tidak membayar denda. Sang anak terkena razia yustitusi, Sabtu (6/5/2017), karena tidak karena tidak mempunyai KTP.

Lina, ibu rumah tangga ini, mengaku keberatan lantaran sikap petugas yang mengancam akan menahan anaknya jika denda ktp tidak segera di lunasi. Hal itu menurut dia, membuat anaknya syok.

“Saya protes cara petugas yang tidak manusiawi. Anak saya jadi syok dan orang tua pelajar ketakutan lantaran diancam akan ditahan. Dia kan baru tamat sekolah tentu tidak punya KTP,” ujar Lina.

Lina beralasan pengurusan KTP yang sulit membuat anaknya belum memiliki kartu identitas itu.

Puluhan petugas pun berusaha menenangkan dan memberikan penjelasan kepada Lina.

Sementara itu, Kasatpol PP Polman Aksan Amrullah mengatakan, operasi yustisi tersebut rutin digelar setiap enam bulan sekali. Razia digelar dalam rangka menegakkan Perda Nomor 5 tahun 2011.

“Ini berlaku kepada siapa pun yang tidak memiliki KTP. Dan ini sudah kesekian kali dilakukan untuk menertibkan adminsitrasi kependudukan,” ujar dia.

Menurut dia, warga yang terjaring kali ini jumlahnya lebih sedikit dibanding operasi sebelumnya.

Razia gabungan melibatkan Satpol PP, kejaksaaan, dan pengadilan serta kepolisian Polres Polman bersama dinas terkait.

Sebanyak 85 orang terjaring dalam razia, karena tidak dapat menunjukkan kartu identitas. Warga yang terjaring langsung disidang dan diberikan sanksi berupa denda. (Kontributor Polewali, Junaedi)

Editor: alfred_dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help