PosKupang/

Tergiur Tawaran Gaji Besar Elisabet Kabur dari Kampung Paka

Elisabet Yohana dibujuk oleh Mar Saung yang biasa dipanggil Selvi, warga sekampung untuk bekerja di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Tergiur Tawaran Gaji Besar Elisabet Kabur dari Kampung Paka
ISTIMEWA
AMBIL KETERANGAN -Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinas Nakertrans Manggarai Timur, Ino Lampur, sedang mengambil keterangan dari Elisabet Yohana, Rabu (3/5/2017).

POS KUPANG.COM, BORONG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menggagalkan keberangkatan Elisabet Yohana, calon tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Kampung Paka, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Rabu (3/5/2017).

Elisabet Yohana dibujuk oleh Mar Saung yang biasa dipanggil Selvi, warga sekampung untuk bekerja di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Kejadian itu berawal saat Elisabet pergi ke kios milik Selvi hendak berbelanja. Setibanya Elisabet di kios, Selvi menawarkan untuk bekerja di Labuan Bajo, Kabupaten Mabar, dengan gaji yang besar.

Tergiur dengan gaji besar, Elisabet dan Selvi bersepakat waktu berangkatnya hari Sabtu (29/4/2017). Agar tidak diketahui, Selvi duluan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai dan Elisabet menyusul hari Minggu (30/4/2017). Biaya transportasi untuk Elisabet ditanggung sendiri.

Selvi kemudian menelepon Elisabet untuk menyiapkan mobil travel jemput di rumahnya atau kiosnya di Paka. Saat tiba di Ruteng, Elisabet turun di rumah anaknya Selvi. Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo.

"Ayah Elisabet, Petrus Teleng bersama ibunya, Margaretha bersama keluarga berusaha menghubungi Elisabet namun tidak ada jawaban. Karena itu mereka menghubungi Kadis Nakertrans Matim untuk meminta bantuan KP3 di Labuan Bajo. Atas kerja sama dengan KP3 di Labuan Bajo akhirnya korban berhasil dipulangkan," kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinas Nakertrans Matim, Ino Lampur, ketika dikonfirmasi Pos Kupang melalui layanan WhatsApp (WA), Kamis (4/5/2017). (rob)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis_Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help