Berita Timor Rote Sabu

Bupati Willy Bilang Baru Seumur Jagung Tapi Dinas P3A Kreatif Bikin RPTRA Day

Bupati Belu, Willybrodus Lay memuji dinas Pemberdayaan Perempuaan dan Perlindungan Anak (P3A) karena dinilai kreatif membuat program

Bupati Willy Bilang Baru Seumur Jagung Tapi Dinas P3A Kreatif Bikin RPTRA Day
POS KUPANG/EDY BAU
Peserta RPTRA Day 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Bupati Belu, Willybrodus Lay memuji dinas Pemberdayaan Perempuaan dan Perlindungan Anak (P3A) karena dinilai kreatif membuat program dan kegiatan berupa hari ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA).

Padahal, dinas itu merupakan dinas baru dan pegawainya baru terisi pada Februari 2017 lalu.

Hal ini disampaikan Bupati Willy dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe Mau pada acara launching RPTRA Day di Lapangan Umum Atambua, Sabtu (29/4/2017) sore.

Dikatakannya, inisiatif dari pimpinan dinas dan tim kreatifnya membangun komunikasi dengan Kapolres dan Dandim Belu berupakan hal yang patut diapresiasi.

"Pantas dan wajar jika kita berikan apresiasi kepada tim kreatif Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belu yang walau usia dinas atau OPD ini baru seumur jagung, karena baru terbentuk dan pegawainya baru terisi di awal Februari 2017, namun telah berinisiatif berkoordinasi dengan Wakapolres Belu dan kesatuannya, Dandim 1605 Belu dan para OPD terkait dan juga para mitra dunia usaia sehingga dapat mempersembahkan kepada kita ruang untuk bermain, berjalan, berlari, bercengkerama dan berolahraga tanpa kuatir ditabrak oleh kendaraan bermotor," ungkapnya.

Bupati meminta agar RPTRA Day ini dimanfaatkan secara baik oleh anak-anak untuk menjalin komunikasi dan membangun persahabatan tanpa batas.

"Saya mengajak kita sekalian untuk dapat memanfaatkan arena RPTRA Day disetiap hari sabtu sore demi teretas dan terjalinnya persahabatan melalui komunitas olahraga tempat anda bergabung, sebagai upaya menanamkan rasa persatuan di antara kita tanpa memandang perbedaan yang ada," ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Willy meminta kepada para kepala sekolah para siswa didorong mengembangkan diri lewat OSIS dan dewan Ambalan atau pasukan pramuka serta mendorong agar bergabung dalam forum anak di tempat tinggal masing-masing, kemudian dalam tradisi penerimaan murid baru hindari kekerasan dan diharapkan melibatkan Dinas P3A Kabupaten Belu saat pembekalan siswa baru.

"Kepada para lurah dan camat agar dapat mengumpulkan anak-anak di wilayah dan membentuk forum anak tingkat kelurahan maupun tingkat kecamatan agar dapat mendengarkan harapan dan kebutuhan sambil mengembangkan tanah kosong/tempat usaha untuk diusulkan pembangunan RPTRA dalam DPA masing-masing kecamatan. Semua ini untuk memenuhi tuntutan undang-undang nomor 35 tahun 2014 sehingga kabupaten Belu wajib menuju kabupaten layak anak," pungkasnya. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved