PosKupang/
Home »

Video

Berita Flores Lembata Alor

VIDEO: Prof Romli Kuliah Umum Tentang Skandal Korupsi E-KTP di FH Unwira

"Makin banyak yang dihukum karena kasus korupsi, makin banyak pula tersangka baru korupsi yang muncul," kata Prof Romli.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maxi Marho

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Guru Besar Emeritus Universitas Padjajaran, Prof Dr Romli Atmasasmita, SH, LLM memberi kuliah umum tentang Skandal Korupsi E-KTP di Fakultas Hukum (FH) Unwira Kupang, Rabu (26/4/2017) siang.

Selain skandal E-KTP, Prof Romli juga menyinggung penanganan korupsi secara keseluruhan.

Kuliah umum Prof Dr Romli Atmasasmita, SH, LLM dipandu dosen sekaligus Koordinator Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia (Mahupiki) NTT, Rudolfus Talan, SH, MH.

Menurut Prof Romli, penanganan kasus korupsi di Indonesia oleh kepolisian, kejaksaan dan KPK, belum sesuai target.

Buktinya, anggaran negara yang dikucurkan untuk penanganan kasus korupsi di Indonesia mencapai Rp 50 triliun sementara pengembalian kerugian negara belum mencapai Rp 10 triliun.

"Makin banyak yang dihukum karena kasus korupsi, makin banyak pula tersangka baru korupsi yang muncul. Artinya, efek jera pun tidak tercapai," kata Prof Romli.

Meski demikian, Prof Romli tidak mau berkomentar lebih jauh tentang skandal mega korupsi E-KTP yang disebut-sebut menyeret nama Ketua DPR RI, Setya Novanto. Yang paling penting, penanganan kasus korupsi mestinya memberi efek jera dan menguntungkan negara.

Dalam sesi dialog, banyak mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai penanganan kasus korupsi yang tepat.

Selain berharap, para pelaku bisa dihukum berat, para mahasiswa berharap, ada efek jera sehingga korupsi bisa diberantas.

Menanggapi pertanyaan para mahasiswa, Prof Romli mengatakan, aparat penegak hukum yakni polisi, jaksa dan KPK mesti bekerja profesional dalam penanganan kasus korupsi.

Yang mesti dilakukan bukan cuma penindakan hukum tetapi juga upaya pencegahan supaya korupsi bisa dikurangi. (*)

Penulis: maksi_marho
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help