Pakta Integritas Sebagai Norma Normans, Inilah yang Terjadi di Institusi Polri

Tonggak sejarah itu adalah penandatanganan pakta integritas dalam seleksi anggota polisi secara serentak di seluruh Polda

Pakta Integritas Sebagai Norma Normans, Inilah yang Terjadi di Institusi Polri
ilustrasi

Oleh Tony Kleden
Wartawan, mengajar jurnalisme di Seminari St. Rafael Oepoi Kupang

POS KUPANG.COM - Karena masih dalam suasana perayaan Hari Raya Paskah, apa yang terjadi dengan institusi kepolisian, Senin, 17 April 2017, luput dari perhatian publik. Pada hari itu sebuah tonggak sejarah dipancang jajaran kepolisian di seluruh Indonesia, termasuk apa yang terjadi di GOR Oepoi Kupang.

Tonggak sejarah itu adalah penandatanganan pakta integritas dalam seleksi anggota polisi secara serentak di seluruh Polda di Indonesia. Tonggak ini sangat penting, tidak hanya untuk membangun image kepolisian sebagai institusi yang bersih dari praktek tidak terpuji, tetapi juga dan terutama untuk publik yang sekian lama terbelenggu dalam deraan betapa sulitnya masuk dan bergabung dengan korps kepolisian.

Pakta Integritas
Pakta integritas adalah pernyataan/janji tentang komitmen untuk melaksanakan segala tugas dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Boleh dibilang, pakta integritas ini sumpah yang jika dilanggar bisa berakibat buruk bagi pelanggarnya. Sebagai janji, pakta integritas merupakan pernyataan kepada diri sendiri tentang komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Umumnya pakta integritas dituangkan ke dalam sebuah dokumen.

Lazimnya ketika mengangkat sumpah, orang yang bersumpah meletakkan tangan di atas kitab suci dengan maksud bahwa janji itu disaksikan Tuhan dan semua yang hadir. Saksi itu sangat penting. Dalam ilmu hukum kita kenal unus testis nullus testis. Artinya, satu saksi bukanlah saksi. Untuk mengungkap sebuah kasus, misalnya, minimal dibutuhkan dua saksi. Bila saksinya hanya satu orang, maka pembuktian tidak akan sempurna, dan patut ditolak.

Pada zaman dulu, jauh sebelum orang mengenal kitab suci dalam bentuk buku, di manakah tangan orang yang bersumpah diletakkan? Perhatikan kata testis di atas. Testis merupakan sebuah kata bahasa Latin. Dalam bahasa Inggris, testis mengalami perubahan bentuk dan bertransformasi hingga menjadi kata testify atau testimoni (pengakuan/kesaksian).

Kata testify ada hubungannya dengan testicle atau yang biasa disebut sebagai buah zakar (pelir). Ceritanya, pada zaman dulu seorang pria yang akan menjadi saksi di pengadilan harus memegang buah zakarnya. Itu sebagai tanda bahwa pria ini akan memberi kesaksian yang jujur dan berbicara sebenar-benarnya.

Ketika proses seleksi calon polisi dikuatkan dengan penandatanganan pakta integritas, publik boleh percaya bahwa institusi kepolisian benar-benar membersihkan diri dari segala praktek tak terpuji. Korps penegak hukum ini ingin berjalan di jalur yang benar dan menyatakan perang gerilya terhadap KKN dalam dirinya sejak rekrutmen awal.
Pakta integritas itu ditandatangani personel yang terlibat seleksi calon siswa Akademi Kepolisian (Akpol), bintara dan tamtama sekaligus, dengan para orangtua calon polisi dan peserta seleksi. Dari proses awal yang sudah bersih inilah kita boleh berharap profesionalisme polisi sebagaimana dicita-citakan bersama benar-benar ditunjukkan.

Jika polisi ingin profesional, maka pakta integritas adalah jantungnya. Polisi, dengan demikian, harus mampu menunjukkan perilaku yang mengedepankan integritas moral yang tinggi, profesional dan berorientasi melayani kebutuhan masyarakat.

Norma Normans
Kepolisian sudah memancang tonggak bersejarah dan sangat penting dalam sistem rekrutmen anggotanya. Untuk hal ini, kita perlu memberikan apresiasi yang tinggi dan mesti menyatakan salut kepada kepolisian atas penandatanganan pakta integritas itu. Apresiasi ini terasa sangat perlu disuarakan dan terasa begitu kontekstual manakala kita menyaksikan karut marut praktek kehidupan bernegara belakangan ini.

Halaman
12
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help