Kartini Pahlawan Sejati, Inilah Relevansinya dengan Kondisi Indonesia Sekarang

Artinya, perempuan harus tiba pada posisi di mana ia mengetahui dan memiliki hak dan kewajibaan untuk berpartisipasi dalam memajukan

Kartini Pahlawan Sejati, Inilah Relevansinya dengan Kondisi Indonesia Sekarang
Ist
RA Kartini 

Oleh:Alexander B. Koroh
Alumnus Victoria University of Wellington

POS KUPANG.COM - Adalah benar bahwa kualitas kepahlawanan Kartini sangat hebat, karena ketika itu, bangsa Indonesia yang belum merdeka, kelihatannya belum memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya membangun kaum perempuan menuju manusia seutuhnya, manusia yang otonom.

Artinya, perempuan harus tiba pada posisi di mana ia mengetahui dan memiliki hak dan kewajibaan untuk berpartisipasi dalam memajukan Indonesia sama dengan kaum pria.

Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh Kartini adalah tidak saja merupakan suatu perubahan, tetapi merupkan suatu lompatan kemajuan atau dalam terminologi teranyar disebut sebagai inovasi.

Hebat
Sebagai seorang yang terus belajar secara mandiri, sebagai konsekuensi dari kungkungan adat saat itu yang tidak memperbolehkan perempuan untuk belajar pada level yang lebih tinggi, Kartini memiliki passion dan vision yang sangat kuat bagi kaumnya.

Ia memiliki cita-cita yang sangat kuat bahwa perempuan Indonesia harus dapat memasuki kehidupan yang modern. Suatu kehidupan yang menempatkan perempuan sebagai sosok yang dapat berdiri, berjalan, dan berlari di atas kakinya sendiri, dalam belajar dan bekerja, sederajat dengan kaum pria.

Hal ini tampak benar pada pernyataan Kartini, "Akan datang juga kiranya keadaan baru dalam dunia bumiputra, kalau bukan oleh karena kami, tentu oleh orang lain, kemerdekaan perempuan telah terbayang-bayang di udara, sudah ditakdirkan." (Kartini, 1901).

Kartini meyakini bahwa suatu bangsa tak mungkin mengalami kemajuan jika kaum perempuan tidak memperoleh pendidikan yang memadai. Ia menekankan, "Siapakah yang akan menyangkal bahwa wanita memegang peranan penting dalam hal pendidikan moral pada masyarakat. Dialah orang yang sangat tepat pada tempatnya. Ia dapat menyumbang banyak (atau boleh dikatakan terbanyak) untuk meninggikan taraf moral masyarakat. Alam sendirilah yang memberikan tugas itu padanya" (Kartini, 1903).

Pikiran Kartini ini secara jelas memperlihatkan betapa pentingnya membangun generasi-generasi mendatang melalui perempuan-perempuan Indonesia yang berpendidikan. Sebab melalui pengetahuan yang dimilikinya, perempuan Indonesia dapat mengarahkan dan membimbing anak-anaknya untuk mengembangkan bakat dan potensi diri setinggi mungkin.
Dalam hal ini, Kartini pun memikirkan bahwa individu dan masyarakat harus bertumbuh dan berkembang dalam benteng moral yang kuat, sehingga kehadiran mereka mampu memancarkan dan menyebarkan kebaikan bagi seluruh anak bangsa.

Kelas Dunia
Pada tahun 2014, Malala Yousafzai dan Kailash Satyarth mendapat hadiah nobel perdamaian karena bergiat di bidang pendidikan dan pembela anak-anak serta perempuan di Pakistan dan India. Mereka mempertaruhkan jiwa dan raga mereka untuk memajukan kehidupan anak-anak dan perempuan. Tidak saja panitia Nobel di Oslo, Norwegia yang memberikan penghormatan dan penghargaan bagi mereka tetapi seluruh masyarakat global. Mereka berdua memang hebat.

Halaman
12
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved