PosKupang/

Wakapolri, Komjen Pol. Syafruddin Jadi Sesepuh NTT: Mengapa Harus Jadi Anak Suku?

Pengangkatan ini ditandai pengenaan kain Sumba, dipakaikannya topi Ti'i Langga dan penyerahan sebilah parang Adonara

Wakapolri, Komjen Pol. Syafruddin Jadi Sesepuh NTT: Mengapa Harus Jadi Anak Suku?
pos kupang/enold amaraya
Wakapolri, Komjen Pol Syafruddin diangkat menjadi sesepuh NTT oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya ditandai dengan mengenakan kain adat Sumba, topi Ti'i Langga dan parang Adonara pada acara syukuran pengukuhan typelogi Polda NTT, Kupang, Jumat (7/4/2017) 

Oleh: Marianus Kleden
Dekan FISIP Uwira

PERUBAHAN Polda NTT dari Tipe B ke A -yang berarti Kapolda mendatang harus Jenderal Bintang Dua -diwarnai, antara lain, pengangkatan Wakapolri, Komjen Pol. Syafruddin menjadi sesepuh NTT oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Pengangkatan ini ditandai pengenaan kain Sumba, dipakaikannya topi Ti'i Langga asal Rote dan penyerahan sebilah parang Adonara yang hulunya dibungkus kain Timor.

Nampaknya tiga pulau besar terwakili, dan pengenaan topi Ti'i Langga kiranya lebih dilatarbekalangi alasan praktis semata karena dari semua hiasan kepala pria NTT, topi asal Pulau Rote inilah yang paling keren.

Ritual seperti ini jelas artifisial belaka karena berada di luar konteks adat mana pun di NTT.

Lebu Raya bukanlah kepala suku dan mengombinasikan tiga atau empat anasir adat dari etnik yang berbeda dalam sebuah seremoni yang berbau adat tidak menemukan referensinya di mana pun di dunia ini.

Pertanyaan antropologis kita adalah apa perlunya mengangkat seorang asing menjadi anggota suku?

Dalam perjumpaan antarsuku atau antaretnik maka para pihak tidak pernah saling berhadapan secara individu.

Semua kita sangat mahfum bahwa pernikahan, in sensu lato, bukan hanya peristiwa pengukuhan dua orang, dua individu, seorang laki-laki dan seorang perempuan, menjadi suami istri.

Pernikahan adalah perjumpaan dua keluarga besar, keluarga pemberi gadis dan keluarga penerima gadis, yang dalam konfigurasi adat punya posisi yang sudah fixed dengan hak-hak dan kewajiban.

Halaman
1234
Editor: agustinus_sape
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help