PosKupang/
Home »

Video

VIDEO:Tingkatkan Produksi Ternak, Jangan Hanya Fokus IB, Kombinasikan dengan Sistem Kawin Alamiah

Untuk bisa meningkatkan produksi dan kualitas ternak sapi di NTT, sistem inseminasi buatan (IB) dan sistem kawin alam harus secara bersamaan

Karena keberhasilan induk bisa bunting jika penyuntikan bibit itu tepat dilakukaan saat induk berada dalam masa birahi. Jika tidak dalam masa birahi dan dilakukan IB maka induk tidak akan bunting.

"Karenanya peran dari tenaga inseminator penting dan masyarakat atau petani ternak juga harus pro aktif memberikan laporan kepada insiminator bahwa ternaknya sudah masuk masa birahi agar insemintaor bisa melakukan IB. Harapannya program Siwab tidak dilakukan secara individu karena harus dikakukan secara kelompok agar bisa mudah dalam pantauan dan deteksi birahi ternak," kata Gustaf.

Selain itu, tambah Gustaf, faktor induk juga harus diperhatikan seperti kondisi tubuhnya, usianya, termasuk makanan yang dimakan. Jika bibit sudah bagus, tenaga inseminator sudah bagus, namun ternaknya kurang makan atau terkena penyakit maka induk bisa mengalami keguguran.

Lebih lanjut Gustaf mengatakan, untuk sistem kawin alam, pemerintah disarankan untuk bisa melepas bibit berkualitas ke masyarakat agar dalam proses perkawinan itu bisa menghasilkan produksi ternak yang berkualitas juga.

"Kita tahu bahwa selama ini petani ternak di NTT melakukan pemeliharan ternak dengan sistem ekstensif atau tradisional yakni pemeliharaan ternak sapi di padang bukan sistem intensif atau pemeliharan sapi di kadang.

Dan kondisi ini tidak bisa langsung dirubah secara total namun bagaimana pemerintah bisa perlahan-lahan memberikan sosialisasi dan pengertian kepada petani untuk bisa menerapkan hal-hal yang lebih baik agar bisa meningkatan kualitas ternak di NTT," kata Gustaf.

Menurut Gusfaf, pemerintah harus berusaha meningkatkan pengetahuan petani ternak dan memodifikasi hal hal yang selama ini sudah jadi budaya dalam melakukan peternakan sapi.

Mungkin dengan mengarahkan petani untuk membuat kandang kecil, membentuk kelompok, atau memelihara ternak di area tertentu.

Gustaf juga menyarankan agar kedepan jika sudah ada pembentukan kelompok oleh pemerintah maka harus ada pendampingan secara rutin terhadap petani peternak jika tidak maka petani akan kembali ke pola tradisional.

Jika tidak ada pendapingan rutin maka jangan diharapkan kualitas ternak sapi di NTT bisa lebih berkualitas.

Halaman
123
Penulis: oby_lewanmeru
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help