Home »

Video

VIDEO

VIDEO: Pemerintah Jangan Hanya Fokus IB

DEKAN Fakultas Peternakan Undana Kupang, Gustaf Oematan, mengatakan, Jangan hanya fokus kepada sistem IB karena tidak semua ternak dapat dijangkau

 Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - DEKAN Fakultas Peternakan Undana Kupang, Ir. Gustaf Oematan, M.M mengatakan, untuk bisa meningkatkan produksi dan kualitas ternak sapi di NTT maka sistem inseminasi buatan (IB) dan sistem kawin alam, harus secara bersamaan dilakukan. Jangan hanya fokus kepada sistem IB karena tidak semua ternak dapat dijangkau dengan IB.

Gustaf menjelaskan, IB adalah program yang dirancang oleh dirjen peternakan kesehatan dan hewan diturunkan oleh dinas peternakan propinsi dan kabupaten untuk bagaiman melaksanakan kegiatan itu. Dan sejak setahun terakhir ini ada  program yang diluncurkan pemerintah bernama Sapi betina Wajib Bunting (siwab) yang dilakukan dengan inseminasi buatan.

"Harapan saya, program ini bisa saja  dilaksanakan namun harus diingat bahwa untuk memperbanyak dan meningkatkan produksi ternak bukan hanya dilakukan dengan sistem IB tapi juga ada perkawinan alam karena itu pemerintah juga harus tetap mengintervansi proses kawin alam. Karena tidak semua ternak dapat dijangkau dengan IB," kata Gustaf, belum lama
ini.

Gustaf mengatakan, keunggulan IB karena bisa diatur kapan induk akan beranak. Hanya saja ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat melakukan IB. Seperti faktor ternak, inseminator atau tenaga Inseminasi dan kualitas sperma serta makanan untuk induk.

Untuk faktor benih atau bibitnya yakni sperna, demikian Gustaf, harus bisa dipastikan sperma yang akan digunakan untuk IB itu masih baik dan berkualitas. Dan faktor baik buruknya sperma itu sangat dipengaruhi oleh nitrogen cair yang ada di situ. "Jika nitrogen cainya baik maka bibitnya pasti baik dan bisa dipertahankan sehingga takala dikawinkan dengan ternak betina maka betina akan bunting," kata Gustaf. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help