PosKupang/

Ini Pengakuan Pengemudi Satu Keluarga Korban Penembakan di Lubuklinggau

Propam Polda Sumatera Selatan telah menginterogasi enam anggota keluarga yang selamat dari penembakan Brigadir K di Lubuklinggau.

Ini Pengakuan Pengemudi Satu Keluarga Korban Penembakan di Lubuklinggau
Mobil berisi satu rombongan keluarga yang sedang melintas yang ditembaki oleh oknum diduga polisi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017).(Tribun Sumsel/Eko Hepronis) 

Menurut Rikwanto, seharusnya masyarakat tidak melarikan diri jika petugas kepolisian melakukan razia kendaraan.

Sebab, razia dilakukan petugas kepolisian adalah untuk menciptakan keamanan dan ketertinan di masyarakat.

Di antaranya mengantisipasi pelaku kejahatan, barang terlarang dan penegakan tertib berlalu lintas.

"Jadi, yang merasa dirinya sewaktu ada razia itu ada kesalahan, pasti akan menghindar. Tinggal cara menghindarnya. Seyogyanya kalau hanya pelanggaran tidak punya SIM atau surat kendaraan mati pajaknya atau bodong, tidak seharusnya melarikan diri sampai seekstrem seperti itu. Karena sanksinya juga paling tidak ditilang atau paling tidak kendaraannya disita. Tidak sampai seekstrem itu," ujarnya.

Diberitakan, satu keluarga terdiri tujuh orang penumpang mobil Honda City di Lubuklinggau, Sumsel diberondong peluru dari senjata serbu SS1-V2 milik Brigadir K di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Lubuklinggau Selatan II, Sumsel, pada Selasa (18/4/2017) siang.

Akibatnya, seorang penumpangnya, Surini (55), tewas. Selain itu, seorang penumpang kritis dan lima lainnya mengalami luka tembak, termasuk dua bocah berusia 3 dan 6 tahun.

Kejadian tersebut bermula saat sejumlah anggota Polres Lubuklinggau dan Polsek Lubuklinggau Timur melakukan razia di jalan.

Namun, mobil yang ditumpangi oleh keluarga tersebut kabur diduga karena pengemudi ketakutan tak mempunyai SIM dan plat nomor bermasalah.

Saat ini, Brigadir K menjalani pemeriksaan Propam Polda Sumsel dan Mabes Polri.

Selain sanksi etik, disiplin dan profesi, dugaan pelanggaran Brigadir K dalam penggunaan senjata api akan diproses secara pidana.(Abdul Qodir)

Editor: alfred_dama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help