PosKupang/

Ile Ape, Kecamatan dengan Penderita Malaria Paling Tinggi, 1.000 Rawat di Puskesmas Hadakewa

Di Kabupaten Lembata, wilayah yang masyarakatnya paling banyak menderita penyakit malaria adalah Kecamatan Ile Ape

Ile Ape, Kecamatan dengan Penderita Malaria Paling Tinggi, 1.000 Rawat di Puskesmas Hadakewa
Net
Nyamuk penyebar penyakit malaria

Laporan Wartawan Pos Kupang, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEMBATA – Di Kabupaten Lembata, wilayah yang paling banyak masyarakat menderita penyakit malaria, adalah Kecamatan Ile Ape. Data tentang pasien malaria itu diperoleh dari Puskesmas Waipukang.

“Kalau di Propinsi NTT, Lembata sebagai juara penyaki malaria. Maka di Kabupaten Lembata, yang menjadi juara satu penderita pasien terbanyak adalah Kecamatan Ile Ape. Pasien yang berobat di Puskesmas Waipukang banyak sekali.”

Hal ini dibeberkan pejabat yang mewakili Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Ros Delima.

Perkembangan pasien malaria dalam lima tahun di kecamatan itu, yakni tahun 2011, jumlah pasien 337 orang. Jumlah ini menurun pada tahun berikutnya, 2012 yakni 277 orang.

Tahun 2013 pasiennya menurun lagi menjadi 125 orang. Namun naik lagi pada tahun 2014 menjadi 185 orang. Pada tahun 2015, jumlah pasiennya menurun menjadi 135 orang dan tahun 2016 menurun lagi menjadi 72 orang.

Puskesmas Hadakewa

Dalam lima tahun terakhir (2011-2016), Puskesmas Hadakewa di Kecamatan Lebatukan, melayani pasien malaria mencapai 1.000 orang. Hal itu menjadikan puskesmas ini menempati posisi juara II kecamatan dengan pasien terbanyak kedua di Kabupaten Lembata.

Data yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Lewoleba, menyebutkan, pada tahun 2011 jumlah pasien malaria mencapai 346 orang atau yang tertinggi di Lembata saat itu.

Jumlahnya pasiennya sedikit melorot pada tahun 2012 sebanyak 260 orang, lalu tahun 2013 menjadi 171 orang. Tahun 2014 sebanyak 105 orang. Tahun 2015 sebanyak 70 pasien dan tahun 2016 lalu, menurun lagi menjadi 66 orang.

Sementara Puskesmas Wairiang, Kecamatan Omesuri, jumlah pasien malaria paling minim. Tahun 2011 sebanyak 69 orang. Lalu turun drastis tinggal 18 orang pada tahun 2012. Menurun lagi tahun 2013 menjadi 11 orang.

Pada tahun 2014 pasien malaria tinggal 4 orang dan tahun 2015 tak ada pasien malaria di kecamatan tersebut. Namun penyakit itu muncul lagi tahun 2016 dimana pada saat tercatat 4 pasien yang dirawat di puskesmas tersebut.(*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help