Rembug KTNA di Nagekeo Pilih Octory Gasperz

Rembug Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tingkat Provinsi NTT tahun 2017 menghasilkan 19 rekomendasi.

Rembug KTNA di Nagekeo Pilih Octory Gasperz
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
REMBUG KTNA - Dari kiri, Kepala Bidang Produksi Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi NTT, Ir. Andreas Riwu Bale; Widyaswara Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, Karel DI Sir, M.Agr; Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Yohanes Tay Ruba, Ketua KTNA Provinsi NTT, Octory Gasperz, SAP.S.E dalam Rembug KTNA Tingkat Provinsi NTT di Mbay, Selasa (18/4/2017).

POS KUPANG.COM, MBAY - Rembug Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tingkat Provinsi NTT tahun 2017 menghasilkan 19 rekomendasi. Selain menghasilkan rekomendasi, Forum Rembug KTNA tingkat Provinsi NTT tahun 2017 juga berhasil memilih kembali Octory Gasperz sebagai Ketua KTNA Provisi NTT. Octory terpilih secara aklamasi.

Sebelum menghasilkan 19 rekomendasi, ada beberapa isu yang sempat mencuat ke permukaan yang menyebabkan petani di NTT selalui identik dengan kemiskinan. Peserta dari Manggarai dan Lembata mengatakan, persoalan air bersih menjadi akar kemiskinan di NTT. Di sisi lain, persoalan modal usaha, kelembagaan dan akses pasar untuk produk pertanian masih sangat terbatas.

Widyaswara Kepenyuluhan Provinsi NTT, Karel Sir mengatakan, agar petani menjadi kuat maka perlu diperkuat kelembagaan mulai dari poktan, gapoktan hingga asosiasi profesi petani yang bargaining position petani sampai ke tingkat pusat.

Selain kelembagaan, juga penyuluh. Karel mengatakan, tahun depan ada 60.000 penyuluh yang akan pensiun. Karena itu perlu ada regenerasi penyuluh.

Ia mengatakan, ke depan KTNA harus menjadi jembatan antara petani dan pemerintah, bisa mengkritisi regulasi, memberi rekomendasi untuk petani yang akan magang ke Jepang. Dengan demikian, posisi KTNA menjadi sangat penting dan strategis. (dea)

Penulis: Adiana Ahma
Editor: Kanis_Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help