PosKupang/

Balap Sepeda Tour de Flores 2017 Pemda Sikka Siapkan Rp 1 Miliar

ulai tahun 2018 TdF menjadi agenda balap tahunan. Karena itu, setiap pemerintah kabupaten ketika membahas anggaran tahun 2018 wajib mengalokasikan

Balap Sepeda Tour de Flores 2017 Pemda Sikka Siapkan Rp 1 Miliar
egenius moa
POS KUPANG/EGINIUS MO'A TDF 2016 - Pebalap TdF melintasi tikungan Km 17 menuju Ende, dalam etape kedua dari Maumere menuju Ende, Mei 2016. 

POS KUPANG.COM- Sukses menjadi tuan rumah final dan start etape kedua balap sepeda Tour de Flores (TdF) 2016, Pemerintah Kabupaten Sikka kembali membenahi persiapan menghadapi TdF tanggal 14-19 Juli 2017. Belum tersedia anggaran dalam APBD 2017, akan dialokasikan dalam APBD Perubahan 2017 senilai Rp 1.025.000.000.

"Jadwal lomba digeser dari bulan Mei ke Juli. Sikka punya komitmen kuat sukseskan event ini," ujar Kepala Dinas Pariwisata Sikka, Kensius Didimus, di Maumere, Rabu (19/4/2017).

Jadwal perlombaan ini, demikian Kensius, telah dikonsultasikan dengan organisasi balap sepeda dunia (UCI). TdF, katanya, akan menjadi agenda lanjutan UCI setelah satu agenda perlombaan di Indonesia.

Ia mengatakan, pembebanan anggaran kepada setiap daerah, Sikka, Ende, Ngada dan Manggarai, sama besarnya diputuskan dalam rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT. Sedangkan anggaran tuan rumah star di Kota Larantuka, Flores Timur dan final di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat masing-masing Rp 1,4 miliar. Namun anggaran lebih besar ditanggung pemerintah pusat dan provinsi.

Dalam satu kesempatan rapat koordinasi yang dihadiri Gubernur NTT, Drs. Frans Leburaya, ditegaskan mulai tahun 2018 TdF menjadi agenda balap tahunan. Karena itu, setiap pemerintah kabupaten ketika membahas anggaran tahun 2018 wajib mengalokasikan anggaran TdF.

"Ini event internasional, pemerintah pusat mengambil porsi beban anggaran lebih besar dibanding beban yangditanggung oleh pemerintah provinsi dan kabupaten. Kita mesti mensyukuri event ini sebagai ajang menjual semua potensi wisata daerah," ujar Kensius.

Ia mengatakan, menyongsong TdF, akan digelar festival budaya Sikka. Pasca TdF dilaksanakan lomba foto bawa laut internasional di Teluk Maumere. "Kita banyak belajar dari penyelenggaraan pertama 2016. Masih banyak aspek yang perlu kita benahi. Terutama sajian adat dan budaya masyarakat Sikka, atrakasi budaya, busana adat, kuliner dan cinderamata," ujar Kensius.

Kensius mengatakan, tamu yang hadir dalam TdF 2017, bukan hanya pebalap sepeda dan crew-nya, justru yang dominan adalah wisawatan. Untuk itu, katanya, masyarakat didorong menangkap peluang ini. (ius)

Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help