Membawa Ikan Tembang 3000 kg Tanpa Izin, KMN Sinar Tambora Ditahan Ditpolair Polda NTT

Direktorat Polair Polda NTT menangkap KMN Sinar Tambora tidak membawa dokumen lengkap yakni surat ijin Kapan Pengangkut Ikan (SIKPI) dan Surat Perinta

Membawa Ikan Tembang 3000 kg Tanpa Izin, KMN Sinar Tambora Ditahan Ditpolair Polda NTT
Pos Kupang/Robert Ropo
Ilustrasi, pedagang ikan tembang 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Direktorat Polair Polda NTT menangkap KMN Sinar Tambora tidak membawa dokumen lengkap yakni surat ijin Kapan Pengangkut Ikan (SIKPI) dan Surat Perintah Berlayar (SPB).

Pada saat ditangkap ada 3 ton ikan tembang yang berada di dalam kapal tersebut.

Dir Polair Polda NTT, Kombes Pol Budi Santoso didampingi Kabid Humas, AKBP Jules Abraham Abbast, SIK, Kasubdit Gakkum Dit Polair, AKBP Wahyudi, SIK dan komandan kapal KP Gelatik 5016, AKP Irvan di Mapolda NTT, Rabu (19/4. 2017).

Dijelaskan pada Selasa (11/4), sekitar pukul 10.00 wita, KP Gelatik 5016 memeriksa KMN Sinar Tambora yang dinakodai Sarifudin HM Taher. Taher juga sebagai pemilik kapal
Kapal diamankan di perairan pulau Kera.

Nahkoda KMN Sinar Tambora tidak dapat menunjukkan dokumen kapal berupa surat ijin Kapan Pengangkut Ikan (SIKPI) dan Surat Perintah Berlayar (SPB).

Taher dijerat dengan pasal 28 sub pasal 94 jo pasal 42 ayat (3) sub pasal 98 Undang-undang RI nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman hukuman penjara satu tahun atau lima tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta dan Rp 1,5 milyar.*

Penulis: hermina_pello
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help