Ya Ampun, Pasien Post Partum Rujuk ke RSUD Naibonat Pakai Mobil Ojek

Ny. Petronela Boimau, pasien post partum (habis melahirkan) yang mengalami retensi ari-ari (ari-ari tertinggal dalam rahim) asal Puskesmas Oekabiti, A

Ya Ampun, Pasien Post Partum Rujuk ke RSUD Naibonat Pakai Mobil Ojek
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julinus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Ny. Petronela Boimau, pasien post partum (habis melahirkan) yang mengalami retensi ari-ari (ari-ari tertinggal dalam rahim) asal Puskesmas Oekabiti, Amarasi, terpaksa dirujuk ke RSUD Naibonat, Jumat (14/4/2017) siang menggunakan mobil ojek (pick up) karena sopir di Puskesama Oekabiti tidak bertugas.

"Info pertama bilang tidak ada mobil ambulans. Setelah kami cek, ternyata mobil ambulans ada. Kami protes, baru mereka bilang sopir tidak masuk kerja karena libur," jelas Yab Nubatonis, sopir pick up, yang mengaku kerabat pasien, saat ditemui di parkiran Intalasi Gawat Darurat, Jumat (14/4/2017).

Nubatonis mengatakan ia sudah berulang kali mengantar pasien ke RSUD Naibonat menggunakan mobil pick up miliknya.

"Setahu saya pasien, dokter dan perawat maupun bidan tidak mengenal libur. Mereka tetap kerja. Mestinya sopir ambulans bekerja pakai sistem shiff. Jadi tidak kosong sama sekali," katanya sedikit kesal.

Ia mengatakan Ny. Nubatonis melahirkan Jumat dinihari. Bayi perempuan yang dilahirkan selamat. Namun ari-ari tertinggal di rahim (retensi ari-ari). Hal itu membahayakan jiwanya.

Ny. Boimau didampingi suaminya Ayub Boimau dan seorang bidan dari Puskesmas Oekabiti. Keduanya tidak bisa diwawancari Pos Kupang karena dilarang seorang Satpam yang bertugas di IGD RSUD Naibonat.

Pantauan Pos Kupang, Ny. Boimau tiba di IGD RSUD Naibonat pukul 11.13 wita. Ia dibaringkan di lantai bak pick up warna hitam No. Pol: B 9230 FAF menggunakan selembar tikar dan kasur tipis. Lengan kirinya dipasang infus dan botol infus digantungkan pada langit-langit atap mobil pick up.

"Kalau pasien meninggal di tengah jalan, Kepala Puskesmas Oekabiti dan Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang bisa masuk penjara. Karena pasien diantar tidak menggunakan ambulans," komentar Ny. Ani, salah satu pengunjung di RSUD Naibonat.*

Penulis: Julius Akoit
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help