PosKupang/

Apa yang Terjadi pada Vagina Setelah Lama Tidak Berhubungan Seks? 'Menyempit'?

Nah, ketika seorang wanita berhenti berhubungan seks untuk waktu yang lama, tentunya dibutuhkan waktu bagi vagina untuk menyesuaikan dengan sensasi ro

Apa yang Terjadi pada Vagina Setelah Lama Tidak Berhubungan Seks? 'Menyempit'?
Net
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM -- Ketika membicarakan tentang seks, maka kita tidak bisa mengabaikan vagina. Ya, ini adalah organ penting yang pasti akan terlibat dalam hubungan seks.

Nah, ketika seorang wanita berhenti berhubungan seks untuk waktu yang lama, tentunya dibutuhkan waktu bagi vagina untuk menyesuaikan dengan sensasi romantis pasangannya.

Bagaimana reaksi vagina setelah lama tidak berhubungan seks, entah karena kehamilan, penyembuhan pasca melahirkan, mengobati masalah vagina, dll. Ini berbagai masukan dari dokter ahli kandungan dan seksolog tentang masalah tersebut.

Nyeri saat berhubungan seks

Ya, yang dialami wanita adalah sakit ketika pasangannya memulai kembali setelah beberapa waktu tidak lagi berhubungan seks. Hasrat seksual wanita, meski berada pada puncaknya, tidak akan membuatnya halus.

Vagina adalah otot, yang akan tetap lincah dan tetap fleksibel karena tindakan rutin. Tetapi ketika berhenti menggunakannya, maka otot-otot cenderung kaku, seperti otot betis ketika tidak berolahraga. Wanita akan merasakan ketidaknyamanan hingga kesakitan.

Kekeringan pada vagina

Jika seorang wanita menahan diri dari masturbasi ditambah tidak berhubungan seks yang lama, kekeringan vagina bisa menjadi masalah yang perlu ditangani. Ini akan membuat seks menjadi tidak nyaman, karena penetrasi yang terjadi menjadi lebih sakit daripada menyenangkan.

Dibutuhkan waktu untuk orgasme

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Akan memakan waktu yang lebih lama bagi wanita untuk mencapai orgasme, bila mereka lama tidak berhubungan seks. Foreplay bisa membantu agar otot-otot lebih longgar dan membantu mencapai orgasme.

Membuat seks lebih sulit

Semua yang dilakukan vagina akan mengambil waktu untuk membuat seorang wanita mengalami seks yang lebih halus, kekeringan, otot kaku, terlalu banyak waktu untuk orgasme, akhirnya membuat seks menjadi sedikit terganggu.

Infeksi vagina

Ini mungkin tidak terjadi pada semua wanita, tapi kurangnya seks dan kemudian terlalu sering berhubungan seks, apalagi bebas, membuat vagina rentan terhadap infeksi bakteri tertentu dengan ketidakseimbangan pH. (thehealtsite/Intisari)

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help