PosKupang/
Home »

News

» Jakarta

Pilgub DKI Jakarta

Tim Anies-Sandi: Kenapa Tim Ahok-Djarot Baru Melapor Sekarang?

Agus Otto, ketua tim advokasi pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, menilai laporan dugaan fitnah dan

Tim Anies-Sandi: Kenapa Tim Ahok-Djarot Baru Melapor Sekarang?
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengikuti debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Agus Otto, ketua tim advokasi pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, menilai laporan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik dari tim Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, disampaikan terlalu lama.

Hal itu dikarenakan waktu kejadian yang dilaporkan Desember 2016, tetapi laporan baru dilayangkan April 2017.

"Kalau dikatakan (kejadian) itu di bulan Desember, kenapa harus dilaporkan hari ini? Kenapa baru dilaporin sekarang?" tanya Agus, saat dihubungi, Rabu (5/4/2017) malam.

Dalam laporan kepada polisi, tertera waktu kejadian aduan tim Basuki-Djarot pada 22 Desember 2016 di Pulogadung (Jakarta Timur) serta Menteng Dalam (Jakarta Selatan).

Pihak terlapor adalah Anies, dengan nama Djarot sebagai korban fitnah dan pencemaran nama baik. Anies dianggap telah memanipulasi data soal ratusan titik penggurusan di Jakarta.

Tim advokasi Ahok-Djarot mengungkapkan, yang sebenarnya terjadi bukanlah ratusan kasus penggusuran, melainkan titik-titik penertiban reklame liar, pedagang kaki lima, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), dan bangunan di atas air.

Agus belum bisa berkomentar banyak terkait laporan tersebut. Dia menjanjikan, pihaknya akan menelaah laporan tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya.

Laporan diterima pihak kepolisian dengan nomor LP /1682/IV/2017/PMJ/Ditreskrimum dengan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan atau Pasal 311 tentang Fitnah.(Andri Donnal Putera)

Editor: alfred_dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help