PosKupang/
Home »

Video

Berita Kota Kupang

VIDEO: Kepala Pelayanan Pajak Pratama Kupang : Tax Amnesty Tembus Rp 88 Miliar

Pasa periode pertama pelapiran Tax Amnesty (TA) , ada wajib pajak yang membayar tebusan TA sebesar Rp 1,6 miliar.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Para wajib pajak (pengusaha) NTT juga banyak yang miliarder.

Pasa periode pertama pelapiran Tax Amnesty (TA) , ada wajib pajak yang membayar tebusan TA sebesar Rp 1,6 miliar.

Kemudian Rp 1 miliar, Rp 900 juta dan pada periode tiga tertinggi Rp 300 juta.

Diakui Kepala Pelayanan Pajak Pratama Kupang, Agus Budiana, para pengusaha dalam wilayah KPP Pratama Kupang juga orang kaya, sehingga ada yang mengikuti TA dengan tebusan tertinggi Rp 1,6 miliar.

Suasana di KPP Pratama Kupang,  Senin (3/4/2017).
Suasana di KPP Pratama Kupang, Senin (3/4/2017). (POS KUPANG/YENI RACHMAWATI)

Agus menjelaskan per 31 April 2017 ada 2.933 Surat Pernyataan Harta dengan jumlah tebusan TA sebanyak Rp 88 miliar, 16 juta dengan perincian periode satu dan dua; Rp 62 miliar 551 juta. Sedangkan periode tiga Rp 25 miliar 465 juta.

"TA di periode tiga kemarin masih banyak didominasi oleh UMKM. Sedangkan wajib pajak yang punya tabungan di luar negeri melakukan repatriasi di bawah pulang kembali ke Indonesia," tuturnya.

Ketika disinggung mengenai target, kata Agus, berbicara jumlah wp dari 138 ribu wp angka ini masih sangat kecil.

Tapi mudah-mudahan wajib pajak memerharikan kepatuhan SPt saja. SPt sudah baik dan lengkap serta jelas sehingga tidak perlu ikut TA.

Wilayah kerja KPP Pratama Kupang ada dua Kepala Daerah yang terdaftar di KPP Prtama Kupang sudah mengikuti TA.

Bagi beberapa Kada yang belum mengikuti TA, kata Agus, ketika muncul implementasi atau aturan pelaksanaan Pasal 18 UU Amnesty maka semua data yang berkaitan dengan harta yang selama ini belum dilaporkan di SPt akan ditarik.

Tahun ini SPt Tahuhan 2016 diperpanjang sampai 30 April 2017, sedangkan SPt Tahunan orang pribadi sampai 21 April 2017.

"Sudah 29.729 lebih e-filling yang melaporkan belum termasuk SPt manual. Lebih banyak wajib pajak melaporkan SPt-nya melalui e-filling. Sedangkan pengusaha yang harus menampilkan neraca dan laporan keuangan kebanyakan melaporkan secara manual," pungkasnya. (*).

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help