Belum Bisa Dilewati Kendaraan, CV Rio Janji Selesaikan Pengerjaan 6 Deker di Motaain

Keterlambatan penyelesaian pengerjaan deker tersebut, menurut Frans Atok, akibat banjir yang melanda desa tersebut pada Senin lalu.

Belum Bisa Dilewati Kendaraan, CV Rio Janji Selesaikan Pengerjaan 6 Deker di Motaain
pos kupang/dion kota
Salah satu deker di desa Motaain yang belum ditimbun sehingga belum bisa dilewati kendaraan. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG. COM, BETUN - Fransiskus Atok, pimpinan CV Rio yang dihubungi via telepon genggam, Kamis (30/3/2017), berjanji akan segera menyelesaikan pengerjaan deker tersebut.

Dirinya beralasan, keterlambatan penyelesaian pengerjaan deker tersebut, akibat banjir yang melanda desa tersebut pada Senin lalu.

Dirinya juga mengeluhkan pengerjaan dengan sistem swakelola karena masyarakat Motaain bekerja dengan sangat lambat.

" jika air sudah surut akan kita mulai penimbunan di deker yang belum rampung. Kita targetkan, satu deker memakan waktu penyelesaian selama 3 hari. Sehingga jika 6 deker memakan waktu 18 hari," jelas Atok

Dirinya mengeluhkan lambatnya penyelesaian pengerjaan dengan sistem swakelolah. Atok memberikan contoh, penyelesaian penimbunan satu deker jika menggunakan tenaga dari luar hanya memakan waktu 3 hari kerja.

Namun jika menggunakan metode swakelolah bisa memakan waktu hingga satu bulan.

" Kita bisa saja pakai tukang dan buruh dari Kefa biar cepat namun, itu salah jika dilihat dari sisi sistem kerja swakelolah. Jika kita kasih masyarakat setempat pasti lama selesainya," keluhnya.

Pantauan Pos Kupang, sebanyak 6 deker di desa motaain yang dikerjakan dengan dana desa belum bisa dilewati kendaraan bermotor akibat belum ditimbun.

Untuk memberikan tanda peringat kepada warga, aparat desa melintangkan batang kayu di atas deker sebagai tanda dilarang melintas. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved