Sherly Fanggidae, Suka Pakaian Tenun Ikat

Meja kerja berada di dekat pintu masuk kantor Camat Oebobo, Kota Kupang. Siapapun yang masuk kantor camat pasti akan melihat sosok seorang perempuan.

Sherly Fanggidae, Suka Pakaian Tenun Ikat
POS KUPANG/IRA
Sherly Fanggidae 

POS KUPANG.COM -- Meja kerja berada di dekat pintu masuk kantor Camat Oebobo, Kota Kupang. Siapapun yang masuk kantor camat pasti akan melihat sosok seorang perempuan.

Dengan sopan dan ramah Sherly Fanggidae, demikian nama perempuan tersebut, akan menyapa tamu dan menanyakan keperluan mereka. Lalu dia akan mengarahkan tamu sesuai dengan keperluan tamu.

Ditemui Pos Kupang saat kegiatan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Oebobo, Senin (20/3/2017), Sherly mengatakan, jika tamu ingin bertemu dengan Sekretaris Camat atau Camat, maka ia akan meminta untuk menuliskan nama di buku tamu kemudian mempersilakan tamu duduk.

Tetapi jika tamu akan melakukan perekaman E-KTP, Sherly akan menunjukkan arah ruangan yang dituju.

"Tugas saya terima tamu dan arahkan mereka. Juga kalau ada kebutuhan dari camat. Kalau kena ngomel atau kena marah dari warga yang datang sudah sering saya alami, apalagi kalau terkait dengan E-KTP. Kalau antre banyak, ada warga yang marah - marah dan ngomel pada saya. Tapi sebagai pelayanan masyarakat, saya terima dengan senyum dan harus tetap memberikan penjelasan dengan baik agar masyarakat paham," ujar Sherly, ketika ditemui lagi di kantornya, Kamis (23/3/2017).

Perempuan kelahiran Waikabubak, Sumba Timur pada 17 September 1988 sangat paham jika setiap orang datang dengan pemikiran masing-masing, maka istri dari Benfrit Foeh ini tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik.

Saat ditemui, ibunda dari Vannesa ini sedang menerima tamu peserta Musrenbang Kecamatan Oebobo. Saat itu Sherly tampil menggunakan baju modifikasi tenun ikat daerah NTT.

Ternyata Sherly suka menggunakan pakaian modifikasi tenun adat, sehingga cukup banyak pakaian modifikasi dari tenun ikat daerah.

"Apalagi suami saya seorang jaksa yang sering ke daerah dan biasanya membawa kain tenun adat," katanya.

Dalam menjalankan tugas sehari-hari, Sherly tidak banyak menggunakan make up. Namun, kalau ada acara tertentu dan butuh sedikit make up, maka Sherly tidak terlalu sulit karena dia sudah belajar make up dari instagram dan youtube.

"Sekarang ini ada banyak tutorial untuk make up, sanggul rambut sederhana bisa dilakukan sendiri sehingga tidak perlu datang ke salon. Kalau mau belajar pasti bisa," ujar Sherly.

Ia mengaku pada hari libur atau Sabtu dan Minggu selalu masak untuk suami dan anak. (ira)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved