Berita Sumba

Polisi Dalami Kasus Pemalsuan Dokumen Ternak di Sumba Timur

Penyidik Polsek Pandawai dibantu Polres Sumba Timur masih terus mendalami kasus pemalsuan dokumen ternak di daerah itu.

Polisi Dalami Kasus Pemalsuan Dokumen Ternak di Sumba Timur
POS KUPANG/JOHN TAENA
Kapolres Sumba Timur, AKBP. Victor M. T. Silalahi, SH. MH 

Laporan Wartawan Pos Kupang, John Taena

POS KUPANG.COM, WAINGAPU, PK -- Penyidik Polsek Pandawai dibantu Polres Sumba Timur masih terus mendalami kasus pemalsuan dokumen ternak di daerah itu.

Hal ini bertujuan untuk mencari tau keterlibatan pihak lain dalam kasus yang dilakukan oleh salah satu oknum anggota Satpol PP setempat.

SAPI--Ternak sapi sumba ongole milik warga Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Gambar diambil hari Rabu (4/7/2012).
SAPI--Ternak sapi sumba ongole milik warga Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Gambar diambil hari Rabu (4/7/2012). (POS KUPANG/JOHN TAENA)


Kepada Pos Kupang.com, di ruang kerjanya, Rabu (29/3/2017), Kapolres Sumba Timur, AKBP. Victor M. T. Silalahi, SH. MH, menjelaskan, penyidik masih terus mendalami kasus itu.

Salah satu dari tiga orang tersangka yang diamankan petugas berstatus anggota Satpol PP setempat.

Saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh penyidik Polsek Pandawai dan di back up oleh pihak Polres Sumba Timur. "Unsur pemalsuan surat-surat ternak," jelasnya.

Penyidik belum memastikan, katanya, apakah pemalsuan dokumen ternak yang dilakukan oleh para pelaku bisa dijerat dengan kasus pencurian atau tidak.

Hal ini yang menjadi alasan bagi penyidik untuk terus mendalami kasus tersebut.

Dikatakannya, "Sejauh ini masih soal pemalsuan dokumen ternak. Penyidik masih bekerja, mendalami kasus ini. Kami masih terus lakukan pendalaman kasus dalam kasus ini," jelasnya.

Terdapat tiga orang yang diamankan petugas di Polsek Pandawai karena terbukti melakukan pemalsuan dokumen ternak.

Ketiga orang tersebut adalah AK (30) salah satu oknum anggota Satpol PP Sumba Timur. Sementara dua orang rekannya masing-masing berinisial VCRP (42) dan EUN (39). (*)

Penulis: John Taena
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved