Prospek dan Passion Sekolah Sepak Bola

Salah satu topik pembicaraan kami bersama coach RD adalah bagaimana mengggairahkan lagi sepak bola NTT yang

Prospek dan Passion Sekolah Sepak Bola
POS KUPANG/FERRY NDOEN
Direktur SSB Bali United Kupang, David Fulbertus melakukan tendangan perdana dengan kiper Ir. Fary Francis saat peresmian SSB tersebut. 

Oleh Fary Francis
Ketua Bidang Sport Intelligence PSSI

POS KUPANG.COM - Pada tahun 2015 bersama Komunitas Masyarakat Gila Bola (Masgibol) NTT saya mengundang Coach Rahmad Darmawan (RD) ke Kupang. Coach RD melakukan serangkaian kegiatan di Kupang di antaranya coaching clinic bagi para siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kupang; bedah buku di Universitas Kristen Artha Wacana dan menggelar diskusi dengan penggiat sepak bola.

Salah satu topik pembicaraan kami bersama coach RD adalah bagaimana mengggairahkan lagi sepak bola NTT yang sudah cukup lama mati suri. Peta persoalan sepak bola NTT dibeberkan seperti ini: 1) Belum adanya fasilitas yang memadai dan standar seperti lapangan sepak bola dan sarana latihan lainnya. 2) Belum adanya pembinaan sepak bola usia dini (SSB) yang berkelanjutan dan dikelola dengan baik. 3) Tidak adanya kompetisi rutin untuk menemukan dan menempa para pemain lokal. 4) Manajemen PSSI di daerah yang tidak berjalan dengan baik. 5) Para wasit dan pelatih yang kebanyakan tidak memiliki lisensi kepelatihan atau perwasitan. 6) Kepengurusan PSSI di provinsi maupun daerah yang kental dengan budaya birokrasi.

Satu hal yang saya tanyakan kepada coach RD adalah bagaimana atau mulai dari mana mengurai persoalan sepak bola NTT seperti di atas? Secara lugas coach RD menjawab, mulailah dengan membangun Sekolah Sepak Bola (SSB). Mengapa? SSB adalah wadah menyiapkan para pemain sejak usia dini. SSB itu perannya seperti seminari (tempat persemaian) benih-benih sepak bola. Jika benihnya disemaikan di lahan yang baik dan subur tentu akan menghasilkan buah-buah yang berkualitas.

Walau investasinya jangka panjang, namun di SSB pembentukan karakter dan pembenahan mental mendapat porsi yang besar. Kedisiplinan, kejujuran, loyalitas, kemandirian, daya tahan, sportivitas ditempa dan ditanamkan.

Di sini kemenangan bukanlah tujuan, namun perubahan perilaku dan perbaikan karakterlah yang utama. Jika sepak bola adalah sebuah bangunan, maka SSB fondasinya. Bila fondasi kuat, maka ia akan menopang bangunan dengan gagah. Apabila fondasinya lemah, kapan saja bangunan itu bisa ambruk.

Jalan inilah yang kemudian saya lalui dengan mendirikan SSB Bintang Timur di Atambua tanggal 21 November 2016. Memilih jalan SSB adalah ikhtiar membereskan persoalan sepak bola NTT mulai dari akarnya, dari dasarnya.

Bagai multiplayer effect, saya yakin kehadiran SSB Bintang Timur dapat memotivasi orang-orang yang berkehendak baik untuk turut melakukan hal yang sama, membikin sepak bola NTT lebih baik mulai dari pengembangan usia dini.

Menghargai Proses
Saya bersyukur dalam kurun waktu setahun ini telah mengunjungi 6 akademi sepak bola terbaik di dunia dari 10 akademi yang ada. Tahun lalu, saya ke akademi sepak bola Sporting Lisbon di Portugal.

Setelah itu ke akademi sepak bola Ajax Amsterdam, Belanda. Minggu lalu, saya berkesempatan melihat akademi sepak bola AS Roma dan Juventus di Italia, serta Real Madrid dan Barcelona di Spanyol.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved