Polisi Akan Mengamankan Arak-arakan Ogoh-Ogoh di Bali

Menjelang perayaan Nyepi, polisi menghimbau masyarakat. Apa saja yang dilarang polisi?

Polisi Akan Mengamankan Arak-arakan Ogoh-Ogoh di Bali
Pos Kupang/ant
Hari Nyepi di Bali tahun lalu. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

POS KUPANG.COM, DENPASAR - Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Petrus Golose mengajak masyarakat provinsi ini menjaga suasana kondusif menjelang dan selama Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1939.

"Kepada masyarakat Bali agar dapat menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di lingkungan masing-masing dengan saling menghormati dan menghargai antarumat beragama," katanya di sela gelar pasukan pengamanan Nyepi di Denpasar, Rabu.

Ia juga mengeluarkan maklumat berisi imbauan untuk mengendalikan diri, khususnya saat "Pengerupukan" atau sehari menjelang Nyepi yang biasanya diwarnai dengan arak-arakan "ogoh-ogoh" (boneka raksasa berwujud menyeramkan).

Kepada masyarakat, Petrus mengimbau tidak mengonsumsi minuman keras, judi, menyalakan mercon atau bahan peledak agar suasana menjelang Nyepi berlangsung damai.

Kapolda Bali juga mengajak umat Hindu melaksanakan catur brata penyepian atau empat pantangan yang dilaksanakan saat Nyepi, yakni "Amati karya" (tidak bekerja), "amati geni" (tidak menyalakan api, lampu dan listik), "amati lelanguan" (tidak bersenang-senang), dan "amati lelungaan" (tidak bepergian).

Polda Bali memastikan siap mengamankan rangkaian Hari Raya Nyepi dengan salah satunya lewat gelar pasukan pengamanan di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar. Polisi mengerahkan sekitar 5.600 personel, dibantu sekitar 22 ribu pecalang di seluruh Bali.

Polda Bali menyebutkan .079 ogoh-ogoh di seluruh Bali akan diarak pada saat Pengerupukan sehingga memerlukan pengamanan dari polisi dan pecalang. (*)

Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help