PosKupang/

Warga Pertanyakan Jalan Sabuk Merah di Wilayah Perbatasan RI-RDTL di Belu

Bisa juga ditanyakan langsung ke pak Kepala Balai Jalan Nasional Wilayah X di Kupang. Kita hanya mengerjakan saja. Kuatir ada informasi salah

Warga Pertanyakan Jalan Sabuk Merah  di Wilayah Perbatasan RI-RDTL di Belu
edi bau
POS KUPANG/EDY BAU ALAT BERAT- Eksavator mengeruk tanah terkait pekerjaan pelebaran ruas jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-RDTL, di wilayah Lahurus, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, Minggu (19/3/2017) sore. 

POS KUPANG.COM, ATAMBUA- Lanjutan pengerjaan ruas Jalan Sabuk Merah di wilayah perbatasan RI-RDTL, tepatnya di Kabupaten Belu menggunakan dana APBN tahun 2017. Ruas jalan itu saat ini sudah mulai dikerjakan.

Warga pengguna ruas jalan mempertanyakan apakah ruas jalan tersebut hanya berupa konstruksi untuk pelebaran ataukah pembangunan jalan baru.

Pasalnya, untuk ruas jalan dari Wedomu, Kecamatan Tasifeto Timur menuju Haekesak, Kecamatan Raihat, ada yang sedang dalam proses penggusuran untuk pelebaran. Namun ada beberapa rua yang hanya menggusur jalur baru.

"Karena ini anggarannya dari pemerintah pusat maka kita mau bertanya apakah ruas jalan ini hanya berupa pelebaran atau dibangun baru," tanya salah satu tokoh pemuda Kabupaten Belu, Marselino Soares, ketika ditemui Pos Kupang di wilayah Lahurus, Belu, Minggu (19/3/2017).

Marselino yang saat itu sedang melintasi jalan tersebut mengaku merasa heran terjadi pengalihan ruas jalan di Lahurus karena jalan raya yang ada selama ini digusur seluruhnya dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Kendaraan dari arah Weluli menuju Atambua atau sebaliknya harus masuk ke perkampungan Lahurus karena jalur yang selama ini digunakan sudah diputus total.

"Selama ini kita melintas dan merasa biasa saja. Tapi lama-lama muncul pertanyaan. Mengapa kita bertanya? Karena sepanjang jalan dari Wedomu hanya pelebaran. Namun di Lahurus digusur semua dan arus lalulintas dialihkan," katanya.

Pimpinan proyek PT Nindya Karya, Mustakim selaku mitra pemerintah pelaksana pekerjaan di lapangan yang dihubungi Pos Kupang, Minggu (19/3/2017) enggan memberikan penjelasan. Dia meminta agar Pos Kupang menanyakan hal tersebut kepada pemerintah dalam hal ini Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah X sebagai pemilik pekerjaan atau bisa ditanyakan langsung kepada PPK Jalan Perbatasan.

"Nanti tanya ke ownernya saja atau ke pak Edwin selaku PPK atau pak Kasatkaer. Bisa juga ditanyakan langsung ke pak Kepala Balai Jalan Nasional Wilayah X di Kupang. Kita hanya mengerjakan saja. Kuatir nanti ada informasi yang salah," jawabnya.

Meski mengarahkan Pos Kupang untuk menanyakan kepada Kepala Balai Jalan nasional, Mustakim sempat mengatakan bahwa ruas jalan itu sedang dalam masa pekerjaan atau masih sedang dibangun. Itu berarti, tambahnya, sudah termasuk pekerjaan pelebaran ataupun membuka ruas jalan baru.

Pantauan Pos Kupang, Minggu (19/3/2017) sore, sepanjang ruas jalan Raya Atambua Weluli, persisnya di Wedomu hingga Haekesak berjejer sejumlah alat-alat berat seperti eksavator, louderr, dump truck di pinggir jalan. Ada yang mengeruk tanah, ada yang mengangkut tanah. Juga ada yang melakukan pemadatan. Para tukang juga terlihat mengerjakan tembok penahan maupun drainase.

Pelintas harus waspada karena banyak tumpukan material sepanjang jalan serta lubang bekas galian pada sisi jalan yang sewaktu-waktu bisa mencelakai pelintas.

Saat masuk di wilayah Lahurus, pengguna jalan harus masuk melalui perkampungan karena ruas jalan raya yang selama ini melalui Kantor Polsek Lasiolat dan Kantor Camat Lasiolat sudah digusur untuk kepentingan pekerjaan ruas jalan ini.

Untuk diketahui, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dari dana APBN tahun anggaran 2017 dialokasikan untuk pekerjaan pembangunan jalan Motaain-Silawan-Salore-Haliwen-Sadi-Asumanu-Haekesak senilai Rp 96,238 miliar. Proyek tersebut dikerjakan PT Nindya Karya (Persero) selama 395 hari terhitung sejak 2 Desember 2016. (roy)

Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help