Permintaan Menteri Desa PDTT di Alor, Gunakan Dana Desa Bangun Embung Air

masalah utama di NTT adalah air, baik air bersih untuk kebutuhan masyarakat maupun air untuk kebutuhan ternak dan kegiatan pertanian

Permintaan Menteri Desa PDTT di Alor, Gunakan Dana Desa Bangun Embung Air
POS KUPANG/GERARDUS MANYELLA
TIMBA AIR - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo, menimba dan mencicipi air sumur warga di Desa Teluk Kenari, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Senin (20/3/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Gerardus Manyela

POS KUPANG.COM, KALABAHI -Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo, meminta kepala desa menggunakan dana desa untuk membangun embung air desa demi menjawab kebutuhan air minum, peternakan dan pertanian.

Permintaan ini disampaikan Menteri Eko Putro saat berkunjung ke Desa Teluk Kenari, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/3/2017).

Menteri Eko mengatakan, masalah utama di NTT adalah air, baik air bersih untuk kebutuhan masyarakat maupun air untuk kebutuhan ternak dan kegiatan pertanian. NTT merupakan daerah kekurangan air, kecuali Alor yang airnya limpah. Untuk Alor daerah kesulitan air hanya di pegunungan dan itu akan dibantu dengan pompa untuk menarik air ke pemukiman.

Di Indonesia, kata Menteri Eko, hanya 45 persen desa yang sumber airnya bagus. Sisanya merupakan daerah minus sehingga harus ada embung. Untuk itu para kepala desa harus rembug bersama masyarakat mengalokasikan Rp 300 juta sampai Rp 500 juta untuk membangun embung desa. Jika anggaran itu kurang tahun depan ditambah biar tidak sekaligus.

Untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian, kata Menteri Eko, Kementerian PDTT akan memberikan pompa gratis untuk setiap embung. Di NTT yang topografinya berbukit, embungnya harus lebih dalam.

Saat tatap muka dengan ratusan kepala desa, pemerintah kabupaten dan pendamping di aula pertemuan, Menteri Eko kembali mengingatkan pembangunan embung desa.
Data yang dihimpun Kementerian PDTT, kendala utama desa tidak punya tanah untuk pembangunan embung. Dengan demikian kepala desa harus melakukan pendekatan dengan warga agar ada yang merelakan tanahnya untuk bangun embung.

Menteri Eko meminta Bupati Alor, Amon Djobo, dan bupati lain di NTT untuk mengawalnya. Jika perlu dibuatkan peraturan bupati (perbup) sebagai regulasinya. NTT ini kering jadi harus dibangun embung sebanyak mungkin.

"Perintah Bapak Presiden Jokowi, Indonesia harus bangun embung sebanyak mungkin untuk mendukung pertanian. Kita di NTT dan Alor harus laksanakan itu. Jadi dana desa yang besar perlu kita bangun embung secara swadaya, jangan pakai kontraktor nanti dananya menyusut," kata Menteri Eko.
Selain embung, dana desa juga perlu dialokasikan untuk bangun sarana olahraga. Menteri Eko menyarankan agar kepala desa bermusyawarah dengan warga mengalokasikan Rp 100 juta untuk bangun lapangan bolakaki dan futsal. Ke depan akan digelar liga desa untuk bolakaki dan futsal. Olahraga, kata Menteri Eko, sebagai sarana untuk meningkatkan persaudaraan sekaligus ekonomi. Saat ada kegiatan olahraga warga bisa berjualan sehingga ada pendapatan.

Bupati Alor, Amon Djobo, yang memandu pertemuan itu menyanggupi permintaan menteri. Dirinya akan terus mendorong para kepala desa dan aparatnya secara transparan mengelola dana desa sesuai kebutuhan masyarakat.

"Soal embung itu menjadi kebutuhan petani jadi harus direncanakan dan dibangun. Soal sarana olahraga itu menjadi penting karena Alor merupakan daerah yang warganya cukup berminat di bidang itu," katanya. (gem)

Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help