KPP Pratama Sikka Dibuat Risau Karena Ulah Wajib Pajak

Amnesti pajak akan segera berakhir dan sejumlah wajib pajak pribadi tampaknya tidak menyadari hal itu

KPP Pratama Sikka Dibuat Risau Karena Ulah Wajib Pajak
Pos Kupang/Egy Moa
Kepala KPP Pratama Maumere, Bonarsius Sipayung 

Laporan wartawan Pos Kupang, Eugenius Moa

POS KUPANG.COM, MAUMERE - Sepuluh hari lagi jelang akhir masa pengampunan pajak (tax manesty) tanggal 31 Maret 2017, ribuan wajib pajak orang pribadi dan perusahaan di Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata belum memanfaatkan program pengampunnan pajak.

Kenyataan ini merisaukan KPP Pratama Maumere, karena kelak para wajib pajak akan terkena sanksi berat.

"Resikonya jauh lebih berat dipikul wajib pajak pribadi dan perusahaaan yang tidak manfaatkan pengampunan pajak," kata Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Maumere, Bonarsius Sipayung.

Saat itu Bonarsius didampingi Kepala Sub bagian Umum dan Kepatuhan Internal, Syarif di Maumere, Selasa (21/3/2017).

Bonar mengatakan, sejak program tax amanesty dimulai awal Juli 2016 sampai 21 Maret 2017, wajib pajak yang mengikuti pengampunan pajak sebanyak 906 atau sekitar 1,73 persen dari jumlah wajib pajak terdaftar di KPP Maumere 52.137.

Uang tebusan dihimpun sejumlah Rp 16.650.000.000 berasal dari 238 perusahaan (badan) dan 668 orang pribadi.

Penulis: Eugenis Moa
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help