Panglima Besar Timor Pimpin 108 Suku Apresiasi Kapolda NTT, Apa Katanya?

Meo Naek Teflopo yang memimpin 108 suku di Timor ini menggarisbawahi prinsip hidup Kapolda NTT, "Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung"

Panglima Besar Timor Pimpin 108 Suku Apresiasi Kapolda NTT, Apa Katanya?
Antara
ANTARA/LAURENSIUS MOLAN KAPOLDA DAN TEFLOPO-Kapolda NTT, Brigjen Pol Agung Sabar Santoso, sedang berbincang-bincang dengan Meo Naek Teflopo (kanan), di Mapolda NTT, Rabu (15/3/2017). 

- Laporan Wartawan Pos Kupang, Benny Dasman

POS KUPANG.COM, KUPANG-Meo Naek (Panglima Besar) Teflopo selaku Panglima Besar Masyarakat Adat dan Peradaban (Los Palos-Noelsinas) memberi apresiasi kepada Kapolda NTT karena memberi ruang kepada masyarakat adat untuk berkolaborasi menegakkan hukum, baik hukum adat maupun hukum positif, dalam ruang gerak yang bersahaja dan ramah.

"Keberadaan masyarakat adat dapat dilukiskan sebagai museum karakter lokal, bukan museum benda-benda. Sebab, yang dilihat itu bukan simbol-simbol tetapi karakternya (manusia Timor). Dalam konteks ini, pertemuan masyarakat adat dengan Kapolda NTT ini sebagai langkah fundamental," tegas Meo Naek Teflopo ketika beraudiens dengan Kapolda NTT di ruang kerjanya, Rabu (15/3/2017).

Meo Naek Teflopo yang memimpin 108 suku di Timor ini menggarisbawahi prinsip hidup Kapolda NTT, "Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung" sebagai bentuk pengabdian dan semangat untuk memberi rasa aman kepada masyarakat NTT yang heterogen.

Karenanya, lanjut Meo Naek Teflopo, masyarakat adat dan peradaban juga akan ikut memantau di lapangan oknum-oknum polisi yang bekerja di luar saluran atau regulasi. "Kolaborasi ini sebagai pelayanan vertikal masyarakat adat yang menyejarah," tegasnya.

Dalam pertemuan dengan Kapolda NTT, Meo Naek Teflopo juga menjelaskan panjang lebar tentang kisah para raja di Pulau Timor yang terbentang dari Gunung Ramelau di Los Palos, Timor Leste, sampai di Gunung Taebenu di Timor Barat, Nusa Tenggara Timur.

"Dan, yang berkuasa atas Tanah Timor adalah Teflopo, karena beliau yang bertahta di atas puncak Gunung Mutis yang kemudian mewariskan kepada kami sebagai anak cucunya," demikian Meo Naek Teflopo.

Dia berharap kerja sama yang baik antara pihak kepolisian dan masyarakat adat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di NTT. *

Penulis: benny_dasman
Editor: benny_dasman
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help