PosKupang/

Lima Jabatan Eselon II di Nagekeo Lowong, Pemkab Gelar Lelang Jabatan

Lima jabatan Eselon II di Nagekeo hingga saat ini masih lowong. Empat jabatan karena konsekuensi dari pemekaran organisasi perangkat daerah (OPD), sat

Lima Jabatan Eselon II di Nagekeo Lowong, Pemkab Gelar Lelang Jabatan
POS KUPANG/JULIANUS AKOIT
Ilustrasi: Tampak suasana tes tertulis dalam Kegiatan Lelang Jabatan Eselon II di Kantor BKD Kabupaten Kupang, Senin (20/3/2017). Lelang jabatan memperebutkan 5 jabatan eselon II yang lowong ini diikuti oleh 23 pejabat di Pemkab Kupang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, MBAY -- Lima jabatan Eselon II di Nagekeo hingga saat ini masih lowong. Empat jabatan karena konsekuensi dari pemekaran organisasi perangkat daerah (OPD), satu jabatan ditinggalkan pejabatnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nagekeo, Albertinus Seke yang ditemui di Kantor Bupati Nagekeo, Senin (20/3/2017), mengatakan, empat jabatan kosong karena penambahan OPD yakni Dinas Dinas Peternakan, Dinas Polisi Pamong Praja dan Kebakaran, Dinas Pemuda dan Olah raga, Dinas Perpustakaan.

Sedangkan satu dinas yang ditinggalkan pejabatnya, yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo.

Kepala Dinas Kesehatan Nagekeo, drg. Martha Lamanepa sejak Januari 2017 lalu mengundurkan diri dari jabatannya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Pos Kupang, Martha Lamanepa mengundurkan diri karena ingin fokus pada bisnis keluarga dan tidak mampu memenuhi visi misi Pemerintahan Elias- Paul.

Albertinus mengatakan, untuk mengisi jabatan yang lowong, Pemkab Nagekeo akan melakukan pelelangan jabatan pada Selasa (21/3/2017).

Lelang jabatan eselon II di daerah itu, jelas pria yang biasa disapa Bertin tersebut, melibatkan tim Assesor dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

Dikatakann Bertin, para calon pejabat yang mengikuti lelang jabatan harus memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan jabatan yang dipilih.

"Tidak bisa lagi sesuka hati. Pendidikan minimal sarjana (S1). Mereka akan menjalani beberapa tahapan.

Mulai dari uji kompetensi tertulis dan wawancara, presentase makalah. Tim pengujinya semua dari Kementerian PAN dan RB," jelas Bertin.*

Penulis: Teni Jehanas
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help