PosKupang/

Inilah Pesan Penting Gubernur Lebu Raya Terkait Pelayanan Imigrasi di Seluruh NTT

Menurut Gubernur Lebu Raya, TKI ilegal, human trafficking adalah persoalan besar yang harus menjadi perhatian semua pihak.

Inilah Pesan Penting  Gubernur Lebu Raya Terkait Pelayanan Imigrasi di Seluruh NTT
ISTIMEWA
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menandatangani berita acara serah terima jabatan Kepala Kemenkum HAM Provinsi NTT di Kupang, Senin (20/3/2017). 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- "Sebagai wilayah kepulauan, saya mengharapkan agar Kantor Imigrasi semakin memperluas wilayah cakupan pelayanan pada kabupaten-kabupaten di NTT. Tidak cukup hanya di Kupang, Maumere, Labuan Bajo dan Atambua. Dengan itu, pengurusan dokumen bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT yang mau bekerja di luar negeri dapat berlangsung cepat, murah, mudah dan tepat."

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menyampaikan hal tersebut pada acara Serah Terima Jabatan Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT di Aula Kantor Kemenkumham NTT, Senin (20/3/2017). Demikian siaran Pers Biro Humas NTT yang diterima Pos Kupang, Senin (20/3/2017) sore.

Menurut Gubernur Lebu Raya, TKI ilegal, human trafficking adalah persoalan besar yang harus menjadi perhatian semua pihak.

"Berbagai upaya terus digalakkn pemerintah Provinsi NTT untuk mengatasi persoalan ini. Kita berharap, dengan semakin banyaknya kantor cabang imigrasi di daerah akan mempermudah pengurusan dokumen resmi bagi para TKI asal NTT. Orang Alor tak perlu lagi mengeluarkan waktu dan uang banyak, untuk mengurus dokumen keimigrasian di Kupang. Demikian pun, orang Adonara tak perlu membuang tenaga dan biaya yang banyak ke Maumere karena ada cabang Kantor Imigrasi di Larantuka. Kemudahan seperti ini diharapkan dapat mengurangi TKI menempuh jalan samping atau ilegal," kata gubernur.

Gubernyr juga mengharapkan terbangunnya Pelayanan Satu Pintu bagi TKI dengan melibatkan berbagai sektor yakni Dinas Tenaga Kerja, Imigrasi, Karantina dan Bea Cukai.

Pada kesempatan ini, Gubernur Lebu Raya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT yang lama, Drs. Alif Suadi, M.Si yang telah membaktikan diri di NTT selama dua bulan lima belas hari.

"Walaupun rentang waktu pengabdian terasa singkat, tetaplah jadi duta NTT di tempat baru. Kabarkanlah keindahan alam dan keramahan masyarakat NTT kepada orang lain. Selamat datang kepada pejabat baru. Mari bersama membangun Indonesia di NTT," kata Gubernur kepada pejabat Kepala Kemenhum HAM NTT yang baru, Muhammad Diah, SH, M.Hum.

Sementara Menteri Hukum dan HAM dalam sambutan yang dibacakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Hukum dan HAM, Y. Ambeg Paramarta, SH,M.Si mengharapkan agar pejabat baru segera menjalankan tugas dan mengambil langkah-langkah strategis dalam menghadirkan negara di NTT.

"Spektrum tugas Kementerian Hukum dan HAM yang luas, terkait tiga hal yakni pembentukan, pelayanan dan penegakan hukum dan HAM mengandaikan sinerjisitas dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Fasilitasi berbagai kekayaan intelektual dan budaya di NTT agar cepat mendapat hak paten. Sebagai daerah perbatasan, perlu pengawasan ketat dari keimigrasian, berhubung tingginya lalu lintas orang yang keluar dan masuk Indonesia. Selain itu, harus didorong pelayanan satu pintu bagi perlindungan TKI" kata Ambeg Paramarta.

Pelantikan Kepala Kantor Kemenkum HAM NTT sudah dilaksanakan di Jakarta pada 3 Maret 2017.

Pejabat baru Muhammad Diah,SH,M.Hum sebelumnya adalah Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah. Sementara Drs.Alif Suadi,M.Si menduduki jabatan baru sebagai Direktur Kerjasama Keimigrasian pada Direktorat Jenderal Keimigrasian Kemenkum HAM di Jakarta.

Hadir pada kesempatan tersebut, Penasehat Menteri Hukum dan HAM, Yoseph Nai Soi, unsur Forkompinda Provinsi NTT, Wakil Ketua DPRD NTT, Gabriel Kusuma Beri Bina, Kepala BPK RI, Pimpinan OJK, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Pejabat Struktural Kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT, insan pers dan undangan lainnya. (*)

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help