Gerson Poyk Mengajarkan Budaya Menulis!

Salah satu ajaran yang ditinggalkan beliau untuk kita terutama generasi muda adalah menghidupkan dan menggairahkan budaya menulis.

Gerson Poyk Mengajarkan Budaya Menulis!
ISTIMEWA
Gerson Poyk 

Oleh Willem B Berybe
Warga Kota Kupang

POS KUPANG.COM - Ungkapan terimakasih dari keluarga besar Poyk Kupang dan Jakarta (Pos Kupang, 13/3/2017) yang ditujukan kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dalam peristiwa duka berpulangnya Gerson Gubertus Poyk 24 Februari 2017 adalah wujud rasa hormat dan kebersamaan antara keluarga dengan seluruh masyarakat khususnya warga Nusa Tenggara Timur. Ini tidak berarti spirit kepenulisan (sastra) yang telah dirintis dan ditanamkan almarhum telah sampai pada titik ending (akhir) di sini.

Metafora Sasando
Tapi sebenarnya, Gerson Poyk 'tidak mati'. Gerson Poyk masih ada dan hidup, tajuk Salam Pos Kupang 27/2/2017 (paragraf 5) menggarisbawahi. Atau, penggalan puisi Willem Berybe lewat jendela fb (Minggu, 26/2/2017) berjudul " Sasando itu belum senyap" (bait 4):

Musik sasando miliknya bukan jemari yang menari-nari
di atas senar-senar mangkuk lontar alam
Tarian kalbu dan pesona jiwa dalam kata-kata emas
jadi lirik musik sasandonya yang tak pernah habis
Itulah sasando poetica musica miliknya

Sebuah metafora sasando dalam sosok Gerson Poyk. Dialah poetica musica.

Banyak pihak telah memberikan simpati dan apresiasi terhadap Gerson Poyk.
Pemerintah provinsi NTT (Gubernur/wakil gubernur/sekretaris daerah NTT), pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, beberapa anggota DPR asal NTT, DPRD NTT beserta perangkatnya dan senator RI asal NTT, lembaga penyiaran (TVRI Kupang-NTT, LPP RRI Kupang, LPP RRI Sibolga), kalangan media cetak dan jurnalis (Kompas, Koran Tempo, Pos Kupang, Victory News, Flores Post, AJI Kota Kupang), lembaga kebahasaan/literasi (Dinas Bahasa Provinsi NTT, Kantor Bahasa NTT-Kemendikbud, Badan Perpustakaan Daerah Provinsi NTT), kebudayaan dan seni (Pusat Dokumentasi Sastra HB. Jassin-Jakarta, Uma Kreatif Inspiratif Mezra (UKIM), Komunitas Sastra Seminari Tinggi St. Mikhael.

Komunitas Sastra Dusun Flobamora, program studi PBSI Universitas Flores-Ende, PAPRI NTT), pengamat sastra NTT (Yohanes Sehandi), para penulis karya sastra se-Indonesia (penyair, cerpenis, novelis, pencinta dunia literasi) dan penerbit, organisai (alumni IISIP Jakarta, alumni IISIP-Jakarta "Happy Ladies", Yayasan Reboeng, keluarga besar FirManmu), gereja (GMIT Gereja Kota Kupang), SMP Katolik St.Yoseph Kupang serta sahabat lainnya, adalah representasi masyarakat luas. Sebagian para relasi itu menggunakan media akun facebook seperti budayawan dari perguruan tinggi Pius Rengka, Marsel Robot, Maria Matildis Banda dan Yohanes Sehandi (Universitas Flores di Ende), Henry Daros (Nanzan University Jepang), kalangan guru di antaranya Mezra Pellondou, Thomas A Sogen, Amanche Franck OE Ninu, Usman D Ganggang (di Bima, NTB) untuk menumpahkan rasa sungkawa yang mendalam.

Hemat saya, inilah ekspresi rasa cinta dan kebanggaan mereka terhadap putera NTT kelahiran Rote ini yang telah mengabdikan diri secara total dalam dunia kesusasteraan. "Pemprov NTT memberikan penghargaan kepada almarhum pada nama Taman Budaya NTT menjadi Taman Budaya Gerson Poyk," ungkap Drs. Frans Lebu Raya, gubernur NTT (Pos Kupang, 27 Februari 2017). Tentu saja idealisme Gerson Poyk yang mendapat simpati di hati warga NTT menyuburkan budaya menulis ke depan.

Guru yang wartawan
Salah satu ajaran yang ditinggalkan beliau untuk kita terutama generasi muda adalah menghidupkan dan menggairahkan budaya menulis. Sepengetahuan saya, beliau memang tidak secara eksplisit melaksanakan proses pembelajaran formal di NTT namun melalui literatur-literatur karya sastranya, materi seminar sastra/kebudayaan di berbagai kota di Indonesia termasuk di NTT, dalam komunikasi pertemanan, ia telah mengajarkan bagaimana menulis baik berbentuk sastra maupun non sastra.

Gerson Poyk sudah menunjukkan kepedulian terhadap dunia tulis-menulis. Berawal menjadi guru di beberapa tempat di negeri ini (Soe, Ternate, Bima) dan oleh, dari, dan karena seorang gurulah kita bisa menulis. Pada galibnya, guru memiliki sikap interes terhadap menulis. Aktivitas pendidikan di sekolah dasar (SR/SD) selalu dimulai dengan mengajar baca-tulis.

Halaman
12
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help