PosKupang/

Fraksi Partai Demokrat DPRD Kupang Membelot

Fraksi Partai Demokrat memutuskan meninggalkan koalisi Sembilan Fraksi Penentang Mutasi Sekwan di DPRD Kabupaten Kupang.

Fraksi Partai Demokrat DPRD Kupang Membelot
Partai Demokrat

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Fraksi Partai Demokrat memutuskan meninggalkan koalisi Sembilan Fraksi Penentang Mutasi Sekwan di Kabupaten Kupang'>DPRD Kabupaten Kupang.

Berarti kini tinggal 8 Fraksi yang masih konsekuen menentang keputusan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, mengangkat dan memberhentikan Sekwan.

Ketua Fraksi Demokrat, Yakobertus S. Asa Feni, membenarkan ketika dikonfirmasi para wartawan soal keputusan dan sikap politik fraksinya.

"Memang benar. Fraksi Partai Demokrat keluar dari koalisi. Ini perintah dari Ketua DPD Partai Demokrat NTT dan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang. Jadi sebagai fraksi, kami mengamankan saja keputusan partai," jelas Yakobertus. Ia tidak merinci alasan dari perintah pimpinan partai supaya hengkang dari koalisi 9 fraksi.

Katua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang, Matheos Liu, yang dihubungi per telepon, Senin malam, membenarkan. Tapi menurutnya itu bukan perintah tapi cuma saran partai kepada fraksi saja.

"Khan tidak berpengaruh apa-apa. Dua fraksi, yaitu Demokrat dan PDIP tidak bergabung dalam koalisi, masih ada tujuh fraksi. Dan suaranya besar dan kuat," jelas Liu.

Ketua Kabupaten Kupang'>DPRD Kabupaten Kupang, Josep Lede, yang dimintai tanggapan, mengatakan sah-sah saja kalau Fraksi Partai Demokrat membelot. Sebab itu hak politik mereka.

"Tapi masyarakat akan menilai sendiri tentang siapa dan bagaimana visi dan misi serta platform perjuangan partai itu. Apakah masih setia memperjuangkan kebenaran dan keadilan bagi rakyat ataukah tidak," jelas Lede.

Ia menegaskan Koalisi 9 Fraksi bersatu menolak kesewenang-wenangan, sikap arogan melanggar hukum dan aturan perundang-undangan. Bukan menolak atas dasar suka dan tidak suka.

Halaman
12
Penulis: Julius Akoit
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help