PosKupang/

Berita Sumba

Demi Menikmati Listrik, Warga Kampung Tanarara Rela Bayar Iuran Rp 20 Ribu Perbulan

Dana yang dihimpun dan dikumpulkan oleh operator pembangkit listrik tenaga angin

Demi Menikmati Listrik, Warga Kampung Tanarara Rela Bayar Iuran Rp 20 Ribu Perbulan
POS KUPANG/JOHN TAENA
Kincir angin di Dusun Tanarara, Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur yang dibangun untuk pembangkit listrik tenaga angin di lokasi itu. Sejak empat tahun silam, kampung tradisional yang sebelumya terisolir, kini mendadak dijadikan lokasi tujuan wisata. Minggu (19/3/2017) 

POS KUPANG/JOHN TAENA -- Kincir angin di Dusun Tanarara, Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur yang dibangun untuk pembangkit listrik tenaga angin di lokasi itu. Sejak empat tahun silam, kampung tradisional yang sebelumya terisolir, kini mendadak dijadikan lokasi tujuan wisata. Minggu (19/3/2017)

Laporan Wartawan Pos Kupang, John Taena

POS KUPANG.COM, WAINGAPU -- Demi menikmati penerangan listrik, sedikitnya 80 kepala keluarga di Kampung Tanarara, Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur, wajib membayar iuran senilai Rp 20 ribu perbulan.

"Kalau jumlah jiwa di Dusun Tanarara ini sekitar 300 lebih. Kami di sini ada 80-an KK (Kepala Keluarga,red) yang pakai listrik tenaga angin," demikian mantan Kepala Desa Maubokul, Meta Tanggu Humba, Minggu (19/3/2017).

Baca: Bupati Gidion : Kampung Saya Juga Belum Ada Listrik

Setiap bulan, jelasnya, seluruh kepala keluarga di dusun tersebut wajib membayar iuran senilai kurang lebih Rp 20 ribu. Dana yang dihimpun dan dikumpulkan oleh operator pembangkit listrik tenaga angin di lokasi itu bertujuan untuk biaya perawatan.

Baca: Ratusan Desa di Pulau Sumba Belum Berlistrik, Terbanyak di Sumba Tengah dan Sumba Barat

"Kita sudah dapat pembangkit listrik dan sekarang kampung sudah terang. Jadi harus merawat perawatan yang ada supaya tetap berfungsi. Iuran Rp 20 ribu perbulan itu untuk operasional atau perawatan," terang Humba. (*)

Penulis: John Taena
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help