Anda Berada di Jakarta Saat ini ? Selusuri Dulu Tembok Terakhir Batavia yang Memiliki "Dua Wajah"

Tahukah Anda, jika Museum Bahari Jakarta yang teletak di Jalan Pasar Ikan Nomor 1 Jakarta Utara sebenarnya adalah sisa tembok Batavia?

Anda Berada di Jakarta Saat ini ? Selusuri Dulu Tembok Terakhir Batavia yang Memiliki
Kompas.com/Silvita Agmasari
Tembok Batavia, tembok Museum Bahari Jakarta. 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Tahukah Anda, jika Museum Bahari Jakarta yang teletak di Jalan Pasar Ikan Nomor 1 Jakarta Utara sebenarnya adalah sisa tembok Batavia?

Museum yang dibangun secara bertahap selama tiga kali dari tahun 1652-1771 itu dulunya adalah gudang rempah sekaligus tembok batas kota Batavia.

"Museum Bahari ini adalah bangunan tertua di Batavia yang bertahan sampai sekarang. Dulu di depannya langsung lautan, tidak seperti sekarang ini," kata pemandu wisata Kota Tua, Maruri saat memandu perjalanan Komunitas Jelajah Budaya, Sabtu (18/3/2017).

Maruri mengatakan dulu Museum Bahari tak memiliki tangga seperti sekarang. Untuk mengangkut rempah-rempah yang diangkut dari kapal, hanya menggunakan katrol.

"Perhatikan itu ada segitiga besi di tembok untuk katrol. Jadi pertama rempah datang dari kapal, langsung diangkat untuk ditimbang. Kalau sudah diangkat lagi ke atap untuk dijemur. Ada tangga, namun tangganya di luar bukan seperti sekarang," kata Maruri.

Tembok Batavia di belakang Museuk Bahari.
Tembok Batavia di belakang Museuk Bahari. (Kompas.com/Silvita Agmasari )

Tembok Museum Bahari bagian depan berdiri kokoh dengan warna putih gading. Di bagian atas Museum Bahari bahkan terlihat pos-pos penjagaan dengan jeruji besi untuk melindungi lumbung kekayaan kolonial.

Namun tembok bagian depan Museum Bahari bagaikan langit dan bumi jika dibandingkan bagian belakang Museum Bahari. Betapa terkejut KompasTravel saat mendapati ada bagian tembok samping Museum Bahari yang juga merupakan sisa tembok terakhir Batavia.

Keadaanya parah, tak terawat, hampir roboh, dan digerogoti tanaman liar. Di beberapa bagian tembok bahkan terlihat lapisan keramik yang masih baru. Tanda bahwa tembok ini juga dimanfaatkan sebagai tembok pemukiman warga yang telah digusur.

Di atas tembok, berjejer besi runcing menyerupai pedang. Seakan mengisyaratkan jika sebenarnya dibalik tembok ada barang yang sangat berharga.

Gudang rempah yang dikepung air, di dalam tembok Batavia.
Gudang rempah yang dikepung air, di dalam tembok Batavia. (Kompas.com/Silvita Agmasari )

Uniknya di salah satu tembok, ada lubang yang dapat menjadi jalan tembus. Lubang tersebut mengarah ke jalan samping Museum Bahari. Jika memasuki lubang seukuran tubuh orang dewasa itu, terlihat sekitar lima gudang tua yang terbuat dari kayu. Masih berdiri kokoh meski terlihat suram. Gudang tersebut adalah gudang rempah asli dari zaman Belanda, yang kini dikepung air.

Hanya tersedia jalur setapak yang dibuat dari tumpukan kayu sebagai alas pijakan menuju jalur yang kering. Hal yang membuat takjub, di dekat gudang tersebut berdiri rumah-rumah semi permanen dengan kondisi juga dikepung air. Pikiran melayang mengingat apa jadinya jika ada hujan deras di Jakarta.

"Saya jamin untuk para pecinta fotografi pasti akan senang melihat suasana Jakarta yang berbeda tersebut," kata pendiri Komunitas Jelajah Budaya, Kartum Setiawan saat makan malam bersama para peserta.

Benar kata Kartum. Saat menjelajah tembok Batavia ini banyak fotografer yang berhenti lama, mengabadikan pesona Jakarta yang kompleks. Bangunan tua bersejarah, lingkungan kumuh, kepungan air, berbanding langsung dengan pemandangan gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. (Kompas. Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help