Ini Alasan Mengapa Rumah Sakit Plat Merah di NTT Perlu Berbenah Diri

Apalah artinya, gedung megah tetapi bau tak sedap, seperti kencing kambing dan sapi, masih jadi santapan sehari-hari.

Ini Alasan Mengapa Rumah Sakit Plat Merah di NTT Perlu Berbenah Diri
Net
Ilustrasi

POS KUPANG.COM - Keluhan keluarga pasien di gedung IGD RSUD Naibonat atas kebersihan rumah sakit milik Pemkab Kupang tak sebanding dengan kemewahan gedungnya. Bau tak sedap yang menyeruak membuat kemegahan gedung menjadi berkurang.

Apalah artinya, gedung megah tetapi bau tak sedap, seperti kencing kambing dan sapi, masih jadi santapan sehari-hari. Seperti yang dikeluhkan Nona Mety Dima, Pos Kupang, Selasa (14/3/2017).

Apalagi sebagai rumah sakit, tempat penyembuhan bagi orang-orang yang sakit, sangatlah memerlukan kondisi yang lingkungan yang bagus. Bukan hanya obat dan pelayanan kesehatan semata, tetapi juga kondisi lingkungan juga harus menjadi perhatian pengelola rumah sakit.
Adanya berbagai ISO (International Organization for Standardization) yang merupakan standar bagi berbagai pelayanan publik, termasuk rumah sakit pemerintah, diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal.

Bagi sebuah rumah sakit, terlebih rumah sakit milik pemerintah, ISO ini bukan sekedar di bidang standar pelayanan kesehatan, keamanan pangan, standar pengujian atau laboratorium, tetapi juga standar lingkungan. Seperti ISO 14001 yang merupakan standar yang berisi persyaratan sistem untuk manajemen lingkungan.

Penerapan ISO 14001 harus dapat melakukan identifikasi terhadap aspek dan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan rumah sakit. Bukan hanya pengelolaan terhadap limbah atau polusi yang dihasilkan, akan tetapi juga termasuk upaya-upaya kreatif untuk dapat menghemat pemakaian energi, air, dan bahan bakar.

Lalu ada ISO 26000. Iso yang merupakan standar yang berupa peryaratan terhadap sistem keamanan rantai pasokan. Termasuk fasilitas umum.

Penerapan ISO di rumah sakit ini sangatlah penting. Karena rumah sakit harus memiliki standar-standar demi kualitas yang baik dan kepuasan pelanggan. Karena sejatinya, pasien rumah sakit adalah konsumen. Sehingga secara umum, pasien dilindungi dengan UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Adalah hak bagi pasien (dan keluarga pasien yang menjaga pasien) untuk memperoleh kenyamanan, keamanan, dan keselamatannya sebagaimana termaktub pasal 4 UU Perlindungan Konsumen.

Karena itulah, sebuah rumah sakit, terlebih rumah sakit milik pemerintah, haruslah benar-benar menjaga sistem manajemen kebersihan rumah sakit. Pelayanan kesehatan menuntut adanya tingkat sanitasi yang baik dan efektif agar pasien terjamin dari resiko tertular dari penyakit.

Adanya proses pengendalian kebersihan yang tepat dan efektif dapat memastikan bahwa manajemen kebersihan dapat terkendali sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Mulai dari proses identifikasi resiko, proses penetapan sistem, dan proses evaluasi sistem manajemen kebersihan.

Menjalankan program kebersihan harus diikuti dengan adanya verifikasi dan validasi yang tepat. Proses ini kemudian diikuti dengan proses analisis untuk memastikan bahwa program kebersihan tersebut dijalankan secara efektif dan efisien.

Jika ini dilakukan dengan tepat dan efisien, maka sesungguhnyalah keluhan-keluhan seperti yang terjadi di IGD RSUD Naibonat tak akan pernah terdengar lagi. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help