PosKupang/

Viralkan Festival Komodo

Jangankan Rp 300 juta per malam, bila 50 persen dari jumlah itu yang diperoleh para pedagang itu saja sudah sangat bagus.

Viralkan Festival Komodo
TWITTER/@VALEYELLOW46
Pebalap MotoGP asal Italia, Valentino Rossi mengunggah foto liburannya di Taman Nasional Komodo, NTT. 

POS KUPANG.COM - Festival Komodo yang dilaksanakan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat telah usai, Sabtu (4/3/2017) lalu. Festival yang berlangsung selama sebulan itu meninggalkan kesan untuk penyelenggara, peserta maupun masyarakat umum.

Bayangkan, para pedagang yang turut serta dalam festival itu bisa meraup keuntungan Rp 3 juta per malam (Pos Kupang, 12 Maret 2017). Andaikan saja peserta yang ikut kegiatan itu sebanyak 100 orang maka dalam semalam rata-rata mereka mendapat keuntungan Rp 300 juta.

Jangankan Rp 300 juta per malam, bila 50 persen dari jumlah itu yang diperoleh para pedagang itu saja sudah sangat bagus. Jika keuntungan itu konstan diperoleh dalam sebulan maka yang diraup para pedagang itu sebesar Rp 4,5 miliar. Angka yang tidak kecil, bukan? Efeknya tentu akan menambah pendapatan pemerintah setempat.

Jadi dengan menggelar sebuah even saja dampak ekonominya begitu terasa dan perputaran uangnya begitu besar. Kita berharap, masyarakat Mabar dapat menjadikan itu contoh untuk lebih berkreasi dalam menghasilkan produk-produk baru untuk diperdagangkan kala adanya even-even berikutnya. Masyarakat Mabar jangan hanya jadi penonton.

Kita dukung Pemkab Mabar yang telah menetapkan tiga even tetap setiap tahun. Selain Festival Komodo yang digelar Bulan Februari, pemerintah juga telah menetapkan even Karnaval Komodo setiap Bulan Juni dan Festival Lintas Alam Komodo setiap Bulan Oktober.

Even-even tersebut perlu terus didorong bahkan harus lebih banyak lagi guna menggeliatkan ekonomi masyarakat Manggarai Barat. Dengan demikian target wisatawan sebanyak 500 ribu orang pada tahun 2019 yang akan datang ke Manggarai Barat dapat terpenuhi, bahkan melampau target dari pemerintah pusat tersebut.
Dalam konteks Nusa Tenggara Timur (NTT), even yang telah digelar di Manggarai Barat ini harus bisa ditiru daerah-daerah lain dengan memodifikasi atau membuat kegiatan serupa.

Bahkan, Dinas Pariwisata Provinsi NTT diharapkan membuat jadwal even di daerah- daerah lain di NTT. Dinas Pariwisata NTT harus menjadi lokomotif untuk kegiatan- kegiatan tersebut dan bergulir dari kabupaten ke kabupaten lainnya.

Jika bulan Februari festival ini digelar di Mabar, maka bulan Maret harus bisa dibuat di kabupaten lain di NTT. Dengan demikian, setiap bulan, ada festival yang dilakukan di setiap kabupaten di NTT. Misalnya, untuk bulan April digelar festival tenun ikat Timor di Kota Kupang, atau tenun ikat Sumba di Waingapu.

Selain untuk menarik wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, tetapi yang paling penting adalah menggerakan roda ekonomi masyarakat kita. Momentum Festival Komodo ini harus menjadi peletup untuk mulai menggelar even-even di kabupaten lain di NTT. Festival Komodo ini harus menjadi viral untuk semua kabupaten di NTT. Jangan malu untuk meniru. *

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help