Pembagian Kios Pasar Alok Maumere Diduga Beraroma KKN

Stef menirukan pengaduan warga, kios ini sebelumnya ditempati perempuan tersebut. Padahal kios ini telah diserahterimakan

Pembagian Kios Pasar Alok Maumere Diduga Beraroma KKN
istimewa
Aktivitas pedagang ikan kering di Pasar Alok Maumere 

POS KUPANG.COM, MAUMERE -Pembagian kios Pasar Alok dan pasar Bertingkat terkesan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Siapa yang punya uang dan dekat dengan pejabat mudah mendapatkan kios di pasar itu.

Diduga oknum pejabat pemerintahan di Kabupaten Sikka 'bermain' dalam pembagian kios pasar. Oknum yang punya banyak uang bisa mendapat lebih dari satu kios pasar. Akibatnya kepemilikan kios di pasar lebih didominasi orang luar yang nota bene punya uang banyak.

Anggota DPRD Sikka, Stefanus Sumandi, Selasa (14/3/2017) siang, menerima pengaduan dari Laurensius Asunil, pemilik kios jahitan di Pasar Tingkat. Ia menuturkan pemilik kios asal Puho, Kecamatan Lela menerima kunci kios dan surat serahterima dari Kepala Pasar Tingkat, 5 Desember 2016. Empat bulan membuka usaha jahitan, Laurensius didatangi seorang perempuan bersama beberapa orang memaksanya keluar dari kios itu.

Stef menirukan pengaduan warga, kios ini sebelumnya ditempati perempuan tersebut. Padahal kios ini telah diserahterimakan oleh kepala pasar ditempati pengelola yang baru.

"Ini ibu sudah punya satu kios, tapi dia paksa supaya satu
lagi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan terima pengaduan membiarkan saja. Tiga kali didatangani, selalu dijanjikan besok dan besok sampai saat ini," kata Stef.

Munculnya pengaduan ini, menurut Stef, akumulasi soal yang tidak diselesaikan tuntas oleh pemerintah daerah. Stef menyarankan dilakukan audit menyeluruh pemilikan kios dan lapak-lapak di Pasar Tingkat dan Pasar Alok.

Laurensius yang dihubungi Pos Kupang, secara terpisah mengaku menerima kiosdari Kepala Pasar Tingkat, 5 Desember 2016. Dua hari setelah diberikan kunci, Kepala Pasar memberikan surat serah terima kios.

"Hampir empat bulan saya buka usaha jahitan, ini perempuan datang dengan beberapa orang ancam keluarkan barang-barang saya atau mereka gembok saya dari luar," kata Laurensius.
Menerima intimidasi, Laurensius mengadu kepada kepala pasar dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sikka. Namun tiga kali mendatangi kantor pemerintahan itu, Laurensius hanya terima janji. (ius)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved