Kirab Budaya Ini Mengajakmu Lebih Mengenal Perjalanan Ritual "Bumi Serasi"

sebuah prosesi kirab budaya menempuh perjalanan sepanjang lebih dari 108 kilometer.

Kirab Budaya Ini Mengajakmu Lebih Mengenal Perjalanan Ritual
KOMPAS.COM/SYAHRUL MUNIR
Estafet gunungan Merti Bumi Serasi Sengkuyung Gotong Royong dalam rangka HUT ke-496 Kabupaten Semarang berangkat dari Dusun Karang Kepoh, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (13/3/2017). Estafet gunungan ini akan melewati 33 desa di 10 kecamatan hingga berakhir di pusat pemerintahan Kabupaten Semarang di Ungaran pada 15 Maret 2017. 

POS KUPANG.COM, KALIWUNGU -- Pertama dalam sejarah berdirinya pemerintahan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sebuah prosesi kirab budaya menempuh perjalanan sepanjang lebih dari 108 kilometer.

Arak-arakan dua buah gunungan diiringi panji-panji kebesaran Bumi Serasi (sebutan sastrawi Kabupaten Semarang), Senin (13/3/2017) pagi dimulai dari Dusun Karang Kepoh, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu.

Sepanjang perjalanan, ratusan siswa sekolah dasar terlihat berbaris rapi sambil membawa bendera kecil merah putih, tak henti-hentinya mengelukan rombongan ini.

Turut mengantar kirab budaya ini, rombongan drum band yang memainkan lagu-lagu nasional. Di belakangnya, sejumlah mobil pikap membawa dua buah gunungan yang berisi sayur dan buah-buahan.

Turut serta dalam estafet ini, sejumlah orang yang mengenakan baju khas Semarangan, yakni beskap hitam dan udeng (ikat kepala). Ada juga di antara rombongan ini yang memainkan gamelan.

Acara yang dihelat oleh Dewan Kesenian Kabupaten Semarang (DKKS) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-496 Kabupaten Semarang ini diberi tajuk "Merti Bumi Serasi Sengkuyung Gotong Royong".

Pelepasan arak-arakan dua gunungan ini ditandai dengan penyerahan kendi berisi air dari tujuh mata air oleh Camat Kaliwungu Otter Sukamto kepada Ketua DKKS Sarwoto Ndower.

Ikut menyaksikan para pelaku budaya Kabupaten Semarang, Muspika Kaliwungu dan tokoh masyarakat setempat.

"Dua gunungan yang diarak sengaja dibuat untuk menampung sumbangan hasil bumi warga sepanjang perjalanan. Jadi nantinya akan mewujudkan perjalanan ritual budaya yang berkesan membangkitkan semangat gotong royong warga," ungkap Ketua DKKS, Sarwoto Ndower.

Menurut Sarwoto, melalui Merti Bumi Serasi ini diharapkan greget atau semangat gotong royong masyarakat Kabupaten Semarang ini akan kembali bergelora menyambut hari jadi Kabupaten Semarang pada 15 Maret 2017.

Selain itu hubungan silaturahmi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Semarang dan warganya juga akan semakit erat.

Dua buah gunungan, yakni gunungan lanang dan gunungan wadon ini akan dikirab melewati 33 desa yang ada di sepuluh kecamatan.

Gunungan setinggi 2 meter dengan lingkar 1,5 meter ini memang belum sempurna, hanya bagian pucuk saja yang terisi sayuran dan buah-buahan. Selebihnya adalah kerangka bambu yang dibiarkan kosong. (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help