PosKupang/

Berburu dengan Ombak Bono di Teluk Meranti, Destinasi Wisata Kelas Dunia, Benarkah ?

Katanya Kelas Dunia, Arsyadjuliandi Rachman takjub dengan keindahan Ombak Bono di Teluk Meranti

Berburu dengan Ombak Bono di Teluk Meranti, Destinasi Wisata Kelas Dunia, Benarkah ?
KOMPAS/SYAHNAN RANGKUTI
Pemuda lokal asal Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, bersenang-senang menikmati ombak bono. Mereka tidak lagi takut menghadapi bono yang dahulu disebut sebagai tujuh hantu. 

KOMPAS/SYAHNAN RANGKUTI Pemuda lokal asal Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, bersenang-senang menikmati ombak bono. Mereka tidak lagi takut menghadapi bono yang dahulu disebut sebagai tujuh hantu.

POS KUPANG.COM, PELALAWAN -- Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman takjub dengan keindahan Ombak Bono di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan saat menghadiri puncak Festival Bekudo Bono, Selasa (14/3/2017).

"Sangat wajar Ombak Bono menjadi perhatian peselancar dunia, ini wisata kelas dunia," ujar Arsyadjuliandi Rachman yang akrab disapa Andi Rachman di sela-sela kegiatannya di Kabupaten Pelalawan.

Gubernur Riau terpikat dengan kedahsyatan Ombak Bono sehingga menyebut pariwisata sekelas Bono yang dimiliki Provinsi Riau tidak kalah dengan keindahan destinasi wisata di Bali.

"Baru sekali ini saya melihat langsung kedahsyatan Ombak Bono ini, sangat luar biasa," katanya.

Menurut Andi, biasanya selama ini dirinya terus mengikuti perkembangan wisata Ombak Bono. Namun lebih banyak melihat video dan pernah waktu 2013 melihat dari udara.

"Tapi kali ini berbeda, saya merasakan betul kedahsyatannya," katanya.

Ia meminta kekayaan yang dimiliki Pelalawan harus dijaga dengan baik, terutama dari perilaku penyambutan wisatawan.

"Keramahtamahan masyarakat sekitar harus tetap dipertahankan, ini wisata kelas dunia," kata Andi.

Pemuda lokal asal Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, bersenang-senang menikmati ombak bono. Mereka tidak lagi takut menghadapi bono yang dahulu disebut sebagai tujuh hantu.
KOMPAS/SYAHNAN RANGKUTI James Cotton peselancar Australia (berdiri di belakang) berhasil mencatat rekor dunia berselancar ombak bono sejauh 17,2 kilometer, memecahkan rekor Steve King asal Inggris sejauh 12,23 kilometer yang dibuat tahun 2013.

Mengitari Sungai Kampar dengan speedboat didampingi Bupati Pelalawan HM Harris, Kapolda Riau Irjen Zulkarnain, Pj Walikota Pekanbaru, Kepala Dinas Pariwisata Riau Fahmizal Usman, dan sejumlah pejabat lainnya, Gubernur Riau mengakui kekayaan Bono adalah anugerah yang diberikan untuk Pelalawan.

Festival Bekudo Bono digelar selama tiga hari, 12-14 Maret 2017.

Kegiatan ini didukung masyarakat dan perusahaan swasta yang berada di Pelalawan, salah satunya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help