VIDEO: Satu Juta Sapi di NTT Harus Bunting

SIWAB ialah program nasional yang menargetkan 3 juta ekor sapi harus bunting. Di NTT sendiri sekitar 1 juta sapi harus bunting.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB) merupakan program pemeritah yang dilakukan oleh kabupaten/kota di NTT.

SIWAB ialah program nasional yang menargetkan 3 juta ekor sapi harus bunting. Di NTT sendiri sekitar 1 juta sapi harus bunting.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan Kota Kupang, Ny Hembang Murni, ketika membawakan materi tentang Usaha Khusus SIWAB di Kelompok Tani Noetnana Fatukoa, Senin (13/3/2017), mengatakan setiap tahun NTT mengeluarkan sapi sebanyak 60 ribu ekor per tahun.

"Ini artinya bila tidak bisa mencapai angka itu, lama-lama sapi kita akan habis. Akhirnya katanya gudang ternak, tinggal gudangnya saja ternaknya sudah habis. Jangan sampai anak cucu tidak bisa melihat sapi karena habis," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Ny Hembang asuransi usaha ternak untuk sapi betina produktif dari Jasindo sangat penting. Di kota Kupang ditargetkan ada 1000 ekor sapi untuk dikerjai atau papasirekta baik bunting atau tidak bunting. Jadi dimohon para peternak untul menyiapkan sapinya.

Masing-masing kecamatan ada Puskeswan Lasiana, Kayu Putih dan Naioni. Fatukoa di bawah Puskeswan Kayu Putih. Setiap bulan minimal mencari 50 ekor sapi. Petugas akan datang memeriksa sapi betina produktif atau siap dikawinkan baik tidak bunting atau tidak bunting.

Semua sapi betina akan diperiksa dan didata serta memberikan body score untuk melakukan IB.

Bila sapi sudah bunting diberikan Necktag dan bisa diasuransikan. "Jika body scorenya di angka satu maka sapi itu kurus, maka pemerintah akan memberikan bantuan pakan ternak sapi," katanya.

Program ini sudah berjalan mulai Januari dengan pemeriksaan sapi betina. Ada yang sudah bunting, ada yang di-ib dan suntik hormon, sesuai kondisi yang ditemui. Target Kota Kupang 665 ekor sapi harus dibuntungi baik dari ib atau kawin alam.*

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved