PosKupang/

Simak Dulu Kisahnya, Sebelum Anda Mengunjungi Lembah Raksasa Grand Canyon Arizona

Saat air mulai mengalir, Tochapa mengambil pohon yang besar lalu melobangi batangnya dan menyembunyikan Pu-keh-eh di dalamnya

Simak Dulu Kisahnya, Sebelum Anda Mengunjungi Lembah Raksasa Grand Canyon Arizona
Kompas.com/Wisnubrata
Pengunjung menikmati pemandangan di Grand Canyon, di samping Eagle Point 

POS KUPANG.COM, ARIZONA -- Sebelum ada manusia di Bumi ini, hanya ada dua dewa. Yang pertama adalah Tochapa, dewa yang baik, dan Hokomata, dewa yang jahat.

Tochapa memiliki anak perempuan bernama Pu-Keh-eh, yang diharapkan akan menjadi ibu dari semua kehidupan. Namun Hokomata tidak ingin ada kehidupan lain di dunia ini, sehingga ia membanjiri Bumi dengan air bah.

Saat air mulai mengalir, Tochapa mengambil pohon yang besar lalu melobangi batangnya dan menyembunyikan Pu-keh-eh di dalamnya. Ketika banjir datang, putri semata wayang itu selamat.

Akhirnya banjir besar pun surut. Jejaknya meninggalkan aliran sungai dan puncak-puncak gunung. Pada jalur utamanya terciptalah lembah raksasa yang kemudian disebut Grand Canyon.

Pu-keh-eh yang selamat dari bencana, kemudian mendapatkan anak laki-laki dari Matahari, dan anak perempuan dari air terjun. Dari perkawinan keduanya, muncullah orang-orang di Bumi.

Yang pertama adalah orang-orang Havasupai, diikuti orang-orang Apache, lalu Hualapai, Hopi, Paiute, dan Navajo. Orang-orang inilah yang kemudian menghuni Grand Canyon.

Cerita di atas adalah kisah yang diturunkan oleh orang-orang Indian yang takjub akan kemegahan Grand Canyon. Mereka bertanya-tanya bagaimana ngarai raksasa berdinding batu itu bisa terbentuk.

Bukan hanya penduduk asli, para pendatang dan wisatawan yang datang bertahun-tahun kemudian pun masih takjub dan bertanya-tanya bagaimana lembah itu tercipta.

*****

Saya berkesempatan mengunjungi Grand Canyon pada Januari lalu bersama beberapa wartawan dari Asia dan Australia. Acara kami sebenarnya adalah meliput Consumer Electronic Show di Las Vegas atas undangan Lenovo.

Halaman
1234
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help